kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.065.000 1,04%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Cara Warren Buffett dan Masayoshi mengelola kerugian besar karena kesalahan investasi


Kamis, 21 Mei 2020 / 20:18 WIB
Cara Warren Buffett dan Masayoshi mengelola kerugian besar karena kesalahan investasi
ILUSTRASI. Keduanya terkenal dalam berinvestasi, Warren Buffett dan Masayoshi Son juga melakukan kesalahan dan mengakuinya.

Sumber: CNN | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  SoftBank sering digambarkan sebagai Berkshire Hathaway teknologi. Suatu perbandingan yang bagus untuk mengungkapkan bagaimana keduanya dikagumi dalam investasinya.

Namun rekam jejak perusahaan investasi asal Jepang yang dijalankan oleh Masayoshi Son dan Berkshire yang dijalankan Warren Buffett belakangan ini memburuk terdampak virus corona atau covid-19.

Mengutip CNN, Kamis (21/5), SoftBank terpukul penurunan harga saham akibat memburuknya portofolionya seperti di Uber dan Slack dan kehancuran besar-besaran dalam berinvestasi di startup unicorns swasta seperti WeWork, DoorDash dan perusahaan hotel India Oyo.

Baca Juga: Jeff Bezos dipanggil DPR AS untuk bersaksi, begini respons Amazon

Sementara itu, Berkshire Hathaway juga melakukan kesalahan seperti investasi di bank yang dilanda skandal Wells Fargo (WFC) dan raksaswa makanan yang tengah berjuang, Kraft Heinz.

Pada Jumat lalu, Berkshire juga mengungkapkan bahwa telah melepas semua sahamnya di bank investasi Goldman Sachs, yang terpukul keras tahun ini di tengah gejolak pasar yang meluas.

Buffett juga membuat taruhan besar pada sektor penerbangan dalam beberapa tahun terakhir, namun ia mengungkapkan telah menjual semua sahamnya dari perusahaan penerbangan seperti di Delta, Southwest, Amerika dan United karena terdampak covid-19.

Sebagai perbandingan, kedua CEO ini mengakui dengan jujur mereka telah membuat beberapa kesalahan dalam investasi mereka.

Baca Juga: Putra Warren Buffett gunakan warisan ayahnya senilai US$ 90.000 dengan cara ini

Buffett mengatakan pada pertemuan pemegang saham awal bulan ini bahwa merupakan suatu kesalahan untuk berinvestasi di maskapai penerbangan dan bahwa hal itu dapat memakan waktu bertahun-tahun agar sektor ini bisa pulih dari perlambatan bisnis akibat virus corona.

GSMA MOBILE ASIA



TERBARU

[X]
×