Catatkan rekor, Buffett’s Berkshire buyback saham US$ 24,7 miliar

Minggu, 28 Februari 2021 | 18:53 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Catatkan rekor, Buffett’s Berkshire buyback saham US$ 24,7 miliar

ILUSTRASI. Warren Buffett. (Photo by Daniel Zuchnik/WireImage)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan investasi milik Warren Buffett, Buffett’s Berkshire mencetak rekor pembelian kembali saham (buyback) senilai US$ 24,7 miliar. Aksi buyback terus berlanjut sebagai cara Buffet untuk memutar uangnya yang bernilai besar. 

Dilansir dari Bloomberg, Minggu (28/2), konglomerat tersebut melakukan aksi buyback senilai US$ 9 miliar pada kuartal IV 2020. Nilai itu menyamai rekor yang dibuat pada tiga bulan sebelumnya, sebagaimana diungkapkan Buffet pada Sabtu (27/2) lalu dalam laporan tahunannya kepada investor.

"Berkshire telah membeli kembali lebih banyak saham sejak akhir tahun, dan kemungkinan akan mengurangi jumlah sahamnya di masa depan. Tindakan itu untuk meningkatkan kepemilikan investor di semua bisnis Berkshire sebesar 25% tanpa mengharuskan menyentuh dompet Anda," kata Buffet dalam surat tersebut. 

Aksi tersebut dinilai menjadi langkah terbaik dalam penyebaran modal terbesar perusahaan. Mengingat, pada tahun lalu Berkshire tidak melakukan akuisisi yang cukup besar. Dalam laporan itu, orang terkaya ke-4 di dunia ini juga membagikan strategi bisnis, serta memuji bisnisnya seperti asuransi dan kereta api. 

Dia menghindar dari beberapa masalah paling kontroversial saat ini, termasuk politik, pandemi, dan kesetaraan ras. Namun Buffett tetap berpegang pada optimisme untuk Amerika sebagai bentuk kemajuan dalam mencapai persatuan yang lebih sempurna walau tidak merata tetapi masih bergerak maju. "Kesimpulan kami yang teguh. Jangan pernah bertaruh melawan Amerika," katanya.

Baca Juga: Warren Buffett: Saya akan membuat lebih banyak kesalahan di masa depan

Setidaknya, aksi buyback ini telah memangkas tumpukan kas perusahaan hingga 5% pada kurtal IV 2020 menjadi US$ 138,3 miliar. Dalam beberapa tahun terakhir, Buffet berjuang untuk mengurangi arus kas karena perusahaan mengeluarkan lebih banyak biaya daripada mengembangkan aset yang diakuisisi. 

Apple Inc. adalah salah satu dari tiga aset paling berharga Berkshire dengan US$ 120 miliar. Perusahaan teknologi itu juga mengatakan berniat untuk membeli kembali sahamnya sendiri.

"Perhitungan pembelian kembali berjalan lambat, tetapi bisa menjadi kuat dari waktu ke waktu. Proses ini menawarkan cara sederhana bagi investor untuk memiliki porsi bisnis luar biasa yang terus berkembang," kata Buffett.

Sebelumnya, Buffett mengakui bahwa pencairan dan senilai US$ 11 miliar dari Berkshire tahun lalu, hampir seluruhnya dianggap sebagai  kesalahan. Saat itu, ia membayar terlalu banyak untuk Precision Castparts. Menurut dia, Precision adalah perusahaan yang bagus, namun dianggap sebagai kesalahan besar.

"Saya salah, bagaimanapun, dalam menilai jumlah rata-rata pendapatan di masa depan dan, akibatnya, salah dalam perhitungan saya tentang harga yang tepat untuk membayar bisnis," kata Buffett dalam surat itu.

Diketahui, total portofolio saham Berkshire bernilai US$ 281,2 miliar masuk ke dalam laba bersih perusahaan secara teknis akuntansi. Itu mendorong kenaikan laba hingga 23% menjadi US$ 35,8 miliar pada kuartal keempat dari tahun sebelumnya.

Selanjutnya: Puji aset Berkshire, Warren Buffett: Jangan pernah bertaruh melawan Amerika Serikat

 

Editor: Handoyo .

Terbaru