kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Cegah virus corona, Singapura perpanjang penutupan masjid


Senin, 16 Maret 2020 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Pemandangan dari Dek Observasi Skypark Marina Bay yang sebagian besar kosong, menggambarkan pariwisata mengalami penurunan karena wabah virus corona di Singapura, 20 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), Senin (16/3), mengatakan, semua masjid di Singapura akan tetap tutup hingga 26 Maret untuk mencegah penyebaran virus corona baru lebih lanjut.

MUIS pertama kali mengumumkan penutupan masjid selama lima hari pada 13 Maret lalu untuk dibersihkan, setelah beberapa jemaah positif terkena virus corona pasca menghadiri acara keagamaan di Malaysia.

"Pencarian kontak selanjutnya oleh Kementerian Kesehatan mengungkapkan, lima orang yang terinfeksi sering mengunjungi setidaknya 10 masjid selama periode infeksi mereka," kata MUIS seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Baca Juga: 15 hari tidak cukup, Spanyol perpanjang keadaan darurat virus corona

MUIS menyatakan, pihaknya sudah menyebarluaskan daftar masjid yang dikunjungi lima orang terjangkit virus corona, dan menyarankan masyarakat yang pernah datang ke masjid-masjid itu untuk memantau kesehatan mereka.

"Bahkan, dengan peningkatan tindakan pencegahan dan penutupan sementara masjid kami, ada kemungkinan lebih banyak kasus muncul melalui transmisi sekunder, baik dari kontak dekat dari lima orang yang terinfeksi atau dari antara anggota masyarakat yang telah mengunjungi 10 masjid," sebut MUIS.

"Tidak mungkin untuk mengidentifikasi dan melacak semua orang dalam kategori kedua, karena masjid kami tidak beroperasi pada sistem keanggotaan dan tidak memiliki daftar jemaah reguler yang eksklusif. Ini berarti, pelacakan kontak tidak akan menjadi ukuran yang cukup untuk mencegah penularan ke depan dari virus," tambah MUIS.

Baca Juga: Hadapi Covid-19, bank sentral di dunia kompak pangkas suku bunga




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×