China banyak mencetak miliarder baru melalui aksi IPO

Jumat, 28 Agustus 2020 | 15:43 WIB   Reporter: Ferrika Sari
China banyak mencetak miliarder baru melalui aksi IPO

ILUSTRASI. BBursa saham China. China banyak mencetak miliader baru melalui aksi IPO. REUTERS/Aly Song/File Photo


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pandemi corona (Covid-19) tidak menjadi halangan bagi China untuk mencetak miliarder baru. Salah satunya melalui penawaran umum perdana (IPO) yang dinilai menjadi saluran penting untuk menciptakan kekayaan baru di China. 

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (28/8), setidaknya 24 orang yang bergabung dalam klub eksekutif pada paruh pertama telah menjadi seorang miliarder, baik dari latar belakang mantan guru, akuntan serta pengembang perangkat lunak. 

Baca Juga: Tegang, China usir kapal perusak AS dari Laut China Selatan

Sebanyak dua lusin perusahaan yang melantai di bursa efek dalam sepekan, melahirkan tiga miliarder baru yakni Hu Kun, Steven Yang dan Dai Lizhong.  Mereka jadi miliarder secara singkat setelah perusahaan mereka terdaftar bursa saham ChiNext. 

Sebab, ChiNext tidak lagi membatasi perdagangan selama minggu pertama atau mirip dengan pasar modal Star di Shanghai. Sebanyak 18 perusahaan terdaftar di ChiNext naik rata - rata 212% pada penutupan. 

Ketua Contec Medical Systems Co. Hu Kun mencatatkan nilai saham perusahaannya melonjak lebih dari 10 kali lipat dalam debutnya pada Senin lalu atau naik 986% hingga Kamis. 

Itu berarti 49% saham yang dimiliki Hu dengan ayahnya menyumbang kekayaan gabungan mereka menjadi US$ 3,1 miliar dalam semalam, menurut Bloomberg Billionaires Index. 

Baca Juga: Pengangguran di AS meningkat, ekonom minta lebih banyak stimulus fiskal

Sementara Direktur Contec Wang Guili, pemilik 15% saham perusahaan, sekarang memiliki kekayaan US$ 947 juta setelah sempat mencapai status miliarder di awal minggu.

Contec menjual produk termasuk oksimeter, peralatan ultrasound, dan monitor medis ke lebih dari 130 negara, termasuk Amerika Serikat (AS), India, dan Kanada. Pendapatan perusahaan naik 6,8% tahun lalu menjadi 387 juta yuan atau setara US$ 56 juta, di mana 73% berasal dari luar negeri, menurut prospektus perusahaan.

Editor: Tendi Mahadi
Tag

Terbaru