Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Wakil Perdana Menteri China Han Zheng mengatakan, Beijing mendukung langkah-langkah yang lebih agresif untuk mengatasi kerusuhan dalam aksi protes yang telah mengguncang Hong Kong selama lebih dari lima bulan.
Pada pertemuan resmi dengan Pemimpin Hong Kong Carrie Lam di Beijing, Han menyatakan, protes anti-pemerintah sudah merusak formula "satu negara, dua sistem" sejak penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China pada 1997.
"Kami dengan tegas mendukung Pemerintah Daerah Administratif Khusus (Hong Kong) untuk mengambil langkah-langkah yang lebih proaktif dan lebih efektif untuk menyelesaikan masalah sosial," kata Han, Rabu (6/11), seperti dikutip Channelnewsasia.com.
Baca Juga: China bangun mekanisme penegakan hukum yang kuat di Hong Kong, situasi tambah panas?
Han menambahkan, masalah sosial termasuk harga perumahan yang tidak terjangkau. Tapi, dia menegaskan, kekerasan di Hong Kong telah melampaui "garis bawah" hukum dan moralitas.
Sebelumnya, Selasa (5/11), Partai Komunis China mengatakan, mereka tidak akan mentolerir "perilaku separatis" setelah beberapa pemrotes di Hong Kong menyerukan kemerdekaan.
Rabu (6/11), Junius Ho, politisi pro-Beijing, terluka dalam serangan pisau saat berkampanye dengan anggota partai di daerah pemilihannya Tuen Mun, pinggiran Hong Kong, dekat perbatasan dengan China.
Baca Juga: Media pemerintah China desak penanganan yang lebih keras pada demonstran Hong Kong
Polisi mengungkapkan, tiga orang terluka dalam insiden itu termasuk penyerang. Tersangka penyerang berhasil polisi tangkap namun belum diketahui motif serangannya.
Ho dalam sebuah pernyataan menyebutkan, dia menderita luka sabetan pisau di bagian kiri atas dadanya, tetapi tidak berakibat fatal. "Dua rekan saya juga terluka," katanya seperti dilansir Channelnewsasia.com.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)