kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

China blokir 105 aplikasi, termasuk TripAdvisor


Rabu, 09 Desember 2020 / 05:41 WIB
China blokir 105 aplikasi, termasuk TripAdvisor
ILUSTRASI. China telah menghapus 105 aplikasi dari toko aplikasinya sebagai bagian dari kampanye untuk membuang konten yang terkait dengan pornografi, prostitusi, perjudian, dan kekerasan. Salah satunya TripAdvisor. REUTERS/Mike Blake


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China telah menghapus 105 aplikasi dari toko aplikasinya sebagai bagian dari kampanye untuk membuang konten yang terkait dengan pornografi, prostitusi, perjudian, dan kekerasan.

Melansir BBC, sebagian besar aplikasi yang dilarang berasal dari China. Akan tetapi, aplikasi perjalanan AS TripAdvisor juga termasuk dalam daftar.

Menurut Cyberspace Administration of China, semua aplikasi melanggar salah satu dari tiga undang-undang dunia maya, meski tidak memberikan perincian lebih jauh.

Kebijakan itu muncul sebagai aturan pengadilan AS kedua yang menentang larangan yang direncanakan pada TikTok.

Hakim distrik AS Carl Nichols mengatakan Presiden Trump melanggar otoritasnya ketika mencoba melarang aplikasi berbagi video China dengan alasan keamanan. Dia adalah hakim kedua yang memenangkan TikTok.

Baca Juga: Bersitegang, arus investasi AS-China drop ke level terendah sejak 9 tahun terakhir

Mayoritas aplikasi dalam kebijakan keras terbaru dari Beijing adalah aplikasi domestik, di mana pihak berwenang mengatakan larangan itu sebagai tanggapan atas konten yang "dianggap ofensif" oleh publik.

Tidak jelas mengapa TripAdvisor dilarang. BBC telah menghubungi perusahaan untuk meminta komentar tetapi belum menerima tanggapan.

Ketegangan antara AS dan China semakin sering terjadi di dunia maya selama beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: China marah AS tambah sanksi di kasus Huawei, begini responnya

Ketika larangan TikTok diumumkan oleh Presiden Trump pada musim panas, otoritas China menuduh AS melakukan taktik intimidasi dan mengatakan akan mengambil "tindakan yang diperlukan" untuk melindungi kepentingan perusahaan China.

Internet tetap diatur dengan ketat di negara itu di mana perusahaan AS seperti Google, Facebook dan Twitter semuanya diblokir.

Selanjutnya: Kemungkinan Pemilu AS kisruh, ini langkah Twitter, Facebook, Youtube, TikTok




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×