kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

China dan Filipina Saling Lempar Tuduhan Atas Laut China Selatan


Minggu, 03 Mei 2026 / 15:57 WIB
China dan Filipina Saling Lempar Tuduhan Atas Laut China Selatan
ILUSTRASI. China menuduh Filipina mendaratkan personel di terumbu karang yang disengketakan di Laut China Selatan. (Damir Sagolj/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China menuduh Filipina mendaratkan personel di terumbu karang yang disengketakan di Laut China Selatan, sementara Manila mengatakan akan mengirimkan kapal untuk mengusir kapal-kapal China yang menurut mereka melakukan penelitian secara ilegal.

Mengutip Reuters Minggu (3/5/2026), pertikaian ini memperpanjang ketegangan yang meningkat antara China dan Filipina, sekutu AS, atas Sandy Cay, sebuah gosong pasir tak berpenghuni di Laut China Selatan.

Pada hari Minggu, Penjaga Pantai China mengatakan telah mengidentifikasi lima personel Filipina yang mendarat di Sandy Cay, sebuah tindakan yang oleh Beijing disebut ilegal, menurut media pemerintah Global Times. 

Baca Juga: OPEC+ Siap Setujui Kenaikan Kuota Produksi Minyak Ketiga Sejak Penutupan Selat Hormuz

Laporan tersebut tidak menyebutkan tindakan lebih lanjut apa yang telah diambil China.

Sementara itu, Manila pekan lalu mengatakan telah mengirimkan penjaga pantainya ke Sandy Cay setelah laporan media pemerintah menunjukkan personel penjaga pantai China tiba di Sandy Cay sambil membawa bendera China.

Hubungan antara China dan Filipina tegang karena sengketa teritorial di Laut China Selatan, di mana Beijing mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh jalur perairan tersebut.

Baca Juga: Pemegang Saham Berkshire Tolak Usulan Transparansi Karyawan, Setujui Gaji Eksekutif

Seorang juru bicara Penjaga Pantai Filipina mengatakan Manila telah mengidentifikasi empat kapal China yang melakukan apa yang disebutnya sebagai penelitian ilegal di perairannya dan mengancam akan mengerahkan pesawat dan kapal untuk memaksa mereka pergi.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok dan Kedutaan Besar Filipina di Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×