kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

China diramal akan membiarkan yuan keok lebih lanjut, ini penjelasan analis


Kamis, 06 Februari 2020 / 07:40 WIB
China diramal akan membiarkan yuan keok lebih lanjut, ini penjelasan analis
ILUSTRASI. Mata uang China, yuan. REUTERS/Stringer

Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Para analis menilai, China diprediksi tidak akan mengambil kebijakan tegas untuk memperkuat nilai tukar yuan yang terus melemah sebagai tanggapan atas wabah virus corona, dengan harapan AS akan menahan diri untuk tidak menyematkan label manipulator mata uang kepada Beijing.

Salah satu isi kesepakatan perdagangan fase satu AS-China, yang seluruh persyaratannya akan berlaku paling lambat 14 Februari, adalah komitmen China untuk tidak terlibat dalam devaluasi mata uang kompetitif. Sebagai balasannya, Departemen Keuangan AS akan menghapus label "manipulator mata uang" yang telah diberlakukan terhadap China pada Agustus lalu.

Tetapi analis mengatakan, Beijing sekarang mungkin tergoda untuk membiarkan nilai tukar yuan secara bertahap terdepresiasi untuk mendukung ekspor dalam beberapa minggu mendatang. Wabah virus corona menyebabkan pertumbuhan ekonomi di China melambat secara tiba-tiba.

Baca Juga: Kombinasi eksternal dan internal membuat rupiah ditutup menguat Rp 13.690 dolar AS

Melansir South China Morning Post, masa liburan Tahun Baru Imlek diperpanjang. Sementara, pabrik dan perusahaan ditutup karena perintah pemerintah. Pembatasan perjalanan yang luas telah diberlakukan, layanan transportasi dibatasi dan kelompok wisata dilarang.

“Pertumbuhan akan sangat menantang karena setiap kota dan setiap provinsi terkunci. Ada banyak toko yang tutup,” kata Jimmy Zhu, kepala strategi di Fullerton Markets. “[Bank sentral] sepenuhnya memahami akan ada tekanan ke bawah pada yuan. Mereka tidak ingin membunuh sektor manufaktur."

Baca Juga: Harga komoditas logam industri kompak rebound berkat stimulus PBoC

Akibatnya, yuan jatuh ke bawah level 7, yang merupakan level  psikologis penting atas dollar AS pada minggu ini. Dalam sebulan terakhir, nilai tukar yuan sudah anjlok 2%.

Sebelumnya pada Agustus lalu, AS menuding China telah melakukan manipulasi mata uang setelah yuan menembus level 7 untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu.

Akan tetapi, kurangnya kejelasan tentang horizon waktu dan skala penularan wabah virus corona berarti yuan tetap sarat dengan risiko.

Baca Juga: Ikuti aksi jual besar-besaran di China, bursa Jepang dan Korea kompak memerah

Zhu meramalkan bahwa yuan akan tergelincir lebih jauh ke kisaran antara 7,05 dan 7,08 per dollar pada akhir kuartal satu, dengan laju depresiasi diperlambat oleh tingkat referensi harian Bank Rakyat Tiongkok (PBOC). Setiap hari, yuan diizinkan untuk diperdagangkan hingga 2% di atas atau di bawah tingkat referensi PBOC, yang ditetapkan pada 6,98 pada hari Rabu.


Tag

TERBARU

[X]
×