kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.953   -89,00   -0,49%
  • IDX 6.348   28,77   0,46%
  • KOMPAS100 835   3,37   0,41%
  • LQ45 634   -0,87   -0,14%
  • ISSI 220   2,02   0,93%
  • IDX30 356   -0,88   -0,25%
  • IDXHIDIV20 435   -3,13   -0,71%
  • IDX80 95   0,24   0,26%
  • IDXV30 120   -0,54   -0,45%
  • IDXQ30 114   -0,36   -0,32%

China gelar latihan militer, Taiwan: Awas, jangan terlalu dekat!


Kamis, 14 Oktober 2021 / 08:43 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah tentara berada diantara peralatan militer di pangkalan rudal pertahanan udara Taiwan di lokasi yang dirahasiakan pada foto yang dirilis Jumat (11/9/2020). Taiwan Presidential Office/Handout via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

China menyalahkan Taiwan, dan pendukung internasionalnya terutama Amerika Serikat, atas ketegangan yang terjadi. 

Menurut Ma Xiaoguang, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, latihan militer China ditujukan sebagai tanggapan atas "kolusi" Taiwan dengan pasukan asing - referensi terselubung untuk dukungan AS untuk Taiwan - dan kegiatan separatis, melindungi kedaulatan negara dan integritas teritorial serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

"Itu benar-benar hanya tindakan," kata Ma.

Dia bilang, tuduhan Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan terhadap China adalah tuduhan palsu.

"Jika otoritas DPP dengan keras kepala terus melakukan hal-hal dengan cara yang salah, dan tidak tahu bagaimana mundur dari tepian, itu hanya akan mendorong Taiwan ke dalam situasi yang lebih berbahaya," jelasnya seperti yang dikutip Reuters.

Baca Juga: China sebut penyatuan dengan Taiwan amanat sejarah yang harus dipenuhi

Sementara itu, Taiwan menegaskan bahwa negaranya merupakan negara merdeka yang disebut Republik China, nama resminya, dan akan mempertahankan kebebasan dan demokrasinya.

Terlepas dari komentar Ma, baik Presiden China Xi Jinping dan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen membuat pidato yang relatif berdamai pada akhir pekan, bahkan ketika Xi berjanji untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya dan Tsai mengatakan mereka tidak akan dipaksa untuk tunduk pada China.

Xi tidak menyebutkan menggunakan kekuatan atas Taiwan, sementara Tsai menegaskan kembali keinginan untuk perdamaian dan dialog dengan China.

Tsai, berbicara pada pertemuan rutin partai pada hari Rabu, menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak pernah "mengendur" ketika dihadapkan dengan ancaman militer China tetapi juga tidak pernah "maju dengan gegabah".

"Saya juga ingin mengulangi bahwa kami tidak akan pernah menyerah pada tekanan," tambah Tsai.

Selanjutnya: Hadapi ancaman China, pasukan khusus AS beri pelatihan ke militer Taiwan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×