kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

China Harus Pertimbangkan Pelarangan Short Sell


Rabu, 29 Oktober 2008 / 12:54 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Isu mengenai short selling sepertinya tak pernah ada habisnya. Setelah Jepang, kini, isu pelarangan aksi short sell juga berkembang di China.  Menurut Zhou Zhengqing, mantan direksi komisi otoritas bursa China, Negeri Tirai Bambu itu harus memberlakukan pelarangan short sell pada transaksi di bursa perdagangan.

Disinyalir, aksi ini yang membuat penurunan indeks acuan China, yang sepanjang tahun ini sudah anjlok 70%. Catatan saja, indeks saham acuan China, CSI 300 Index, yang semakin menurun saat ini dikhawatirkan akan menggerus keuntungan perusahaan.

Selain itu, China juga harus melakukan intervensi di pasar lokal. Karena tanpa adanya aksi pemerintah, pasar lokal akan menghadapi keanjlokan yang tajam. Dia bilang, penurunan ini akibat aksi irasional dan China harus mengeluarkan beragam rencana untuk menstabilkan pasar, termasuk menyuntikkan dana segar.

“Saat ini turunnya pasar sangat irasional. Jika pemerintah tidak melakukan intervensi, akan terjadi panic sale. Oleh karenanya, pemerintah China harus mempelajari pengalaman dan penerapan kebijakan dari negara lain. Pemerintah juga harus menggunakan beragam pengukuran untuk menstabilkan pasar,” kata Zhou. 

 

 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×