kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS923.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

China laporkan kematian akibat virus corona, pertama dalam 8 bulan


Kamis, 14 Januari 2021 / 12:30 WIB
China laporkan kematian akibat virus corona, pertama dalam 8 bulan
ILUSTRASI. Wisatawan memakai masker wajah di stasiun kereta setelah merebaknya penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, 13 Januari 2021.

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China melaporkan kematian akibat virus corona baru pada Kamis (14/1), yang pertama dalam delapan bulan terakhir, ketika negara itu berjuang untuk menahan kebangkitan kasus.

China sebagian besar telah mengendalikan virus corona setelah penguncian yang ketat, pengujian massal, dan pembatasan perjalanan. Tetapi, beberapa pekan terakhir telah melihat jumlahnya meningkat lagi, terutama di Utara.

Melansir Channel News Asia, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 138 kasus baru virus corona pada Kamis (14/1), penghitungan satu hari tertinggi sejak Maret tahun lalu.

Sebanyak 124 kasus baru adalah infeksi lokal, 81 di antaranya tercatat di Provinsi Hebei yang mengelilingi Kota Beijing dan 43 lainnya di Provinsi Heilongjiang di Timur Laut China.

Baca Juga: 4 Gejala virus corona ini menunjukkan imunitas bisa bertahan lebih lama

Tidak ada perincian yang Komisi Kesehatan Nasional China berikan tentang kematian terbaru akibat virus corona, kecuali kasusnya terjadi di Hebei, di mana pemerintah telah mengunci beberapa kota di provinsi itu.

Lockdown banyak kota

Pihak berwenang pekan lalu meluncurkan uji coba massal dan menutup jaringan transportasi, sekolah, dan toko di ibu kota Hebei, Shijiazhuang, pusat wabah virus corona terbaru di China.

Xingtai yang bertetangga, rumah bagi 7 juta orang, juga telah dikunci sejak Jumat (8/1) pekan lalu, seperti halnya 5 juta orang di Kota Langfang.

Sementara Heilongjiang mengumumkan "keadaan darurat" pada Rabu, memberi tahu 37 juta penduduknya untuk tidak meninggalkan provinsi kecuali benar-benar diperlukan.

Baca Juga: Wabah baru corona muncul, Provinsi Heilongjiang di China umumkan keadaan darurat

Gelombang baru infeksi datang menjelang liburan Tahun Baru Imlek bulan depan, ketika ratusan juta orang biasanya melakukan perjalanan ke kota asal mereka. 

Kebangkitan virus corona telah mendorong beberapa provinsi untuk mencegah perjalanan, yang dapat menyebabkan berkurangnya perjalanan dan mengurangi konsumsi selama istirahat panjang.

Jumlah kasus virus corona di China sekarang mencapai 87.844, sedangkan angka kematian akibat Covid-19 sebanyak 4.635.

Selanjutnya: China lockdown 4 kota, 28 juta orang jalani karantina rumah

 




TERBARU

[X]
×