kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45975,16   -1,28   -0.13%
  • EMAS915.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

China: Latihan militer di dekat Taiwan ditujukan untuk kegiatan separatis


Rabu, 13 Oktober 2021 / 12:53 WIB
China: Latihan militer di dekat Taiwan ditujukan untuk kegiatan separatis
ILUSTRASI. Jet tempur J-16 dari Brigade Penerbangan Angkatan Udara di bawah Komando Teater Timur PLA China lepas landas untuk latihan pertempuran udara pada 21 Februari 2021. (eng.chinamil.com.cn/ Foto oleh Wang Yi)

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Latihan militer China di dekat Taiwan menargetkan pasukan yang mempromosikan kemerdekaan formal pulau itu dan merupakan langkah "adil" untuk melindungi perdamaian dan stabilitas, Kantor Urusan Taiwan China mengatakan Rabu (13/10).

Selain itu, latihan militer China tersebut ditujukan untuk campur tangan kekuatan eksternal.

Ketegangan militer dengan China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya, adalah yang terburuk dalam lebih dari 40 tahun, menteri pertahanan Taiwan mengatakan pekan lalu, menambahkan China bisa melakukan invasi "skala penuh" pada 2025.

Pernyataan itu keluar setelah China melancarkan serangan Angkatan Udara ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan empat hari berturut-turut mulai 1 Oktober, bagian dari pola yang Taipe lihat sebagai peningkatan pelecehan militer oleh Beijing.

Baca Juga: China kerahkan militer di pantai yang berseberangan dengan Taiwan

Ma Xiaoguang, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, menyatakan, penyebab ketegangan saat ini adalah "kolusi" Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan dengan kekuatan asing dan "provokasi" untuk mencari kemerdekaan Taiwan.

Latihan militer China ditujukan untuk kolusi tersebut dan kegiatan separatis, serta melindungi kedaulatan negara dan integritas teritorial juga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, menurut Ma. "Itu benar-benar hanya tindakan," kata Ma, seperti dikutip Reuters.

"Otoritas DPP sering kali melebih-lebihkan dari apa yang disebut ancaman militer dari China adalah untuk sepenuhnya membalikkan benar dan salah, dan tuduhan palsu," ujarnya.

"Jika otoritas DPP dengan keras kepala terus melakukan hal-hal dengan cara yang salah, dan tidak tahu bagaimana mundur dari tepi, itu hanya akan mendorong Taiwan ke dalam situasi yang lebih berbahaya," tegasnya.

Selanjutnya: AS rilis panduan bagi Angkatan Laut untuk halangi China, ini strateginya




TERBARU
Kontan Academy
The Hybrid Salesperson The New Way to Sell in The New Era Certified Supply Chain Manager (CSCM) Batch 2

[X]
×