kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

China menegaskan butuh kepemimpinan yang kuat atau akan hancur


Minggu, 29 September 2019 / 06:05 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BEIJING. Menjelang peringatan ulang tahun ke- 70 Republik Rakyat China (RRC), pemerintah Komunis menerbitkan sebuah makalah tentang kebijakan negara tersebut. Dalam makalah tersebut, dituliskan China membutuhkan kepemimpinan Partai Komunis yang kuat dan bersatu atau negara itu akan hancur.

Kantor Berita Kabinet China mengatakan dalam sebuah buku putih bahwa keberhasilan negara itu terjadi sejak Partai Komunis berkuasa di negeri tersebut 70 tahun lalu.

Baca Juga: Negosiasi dagang AS-China bisa lebih progresif, asal...

“Tiongkok sangat besar, memiliki kondisi nasional yang kompleks, dan kesulitan tata pemerintahannya jarang terlihat. Tanpa kekuatan kepemimpinan yang bersatu dan kuat, Tiongkok akan bergerak menuju perpecahan dan hancur, membawa bencana ke dunia," tulis makalah tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (27/9).

Otoritas China telah lama membenarkan tindakan tegas dalam menangani masalah, seperti tindakan keras terhadap protes prodemokrasi di Beijing pada 1989. Hal itu diperlukan untuk stabilitas nasional.

Tangan kuat Presiden China, Xi Jinping, menjadi pemberitaan utama dalam menyongsong perayaan ulang tahun negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut pada hari Selasa. Xi telah memperketat aturan partai dan menindak mereka yang berpotensi menentang otoritas pemerintah sejak ia berkuasa akhir 2012 silam.

Xi juga mengawasi ketat program modernisasi militer yang telah membuat negara tetangganya gelisah.

Makalah tersebut juga menegaskan bahwa Negeri Tirai Bambu tersebut tidak berupaya mengekspor model pembangunannya ke negara lain, ataupun mengimpor model pembangunan negara asing ke China. Tiongkok hanya mencari perdamaian dan tidak melakukan hegemoni.

Baca Juga: Besok, aksi unjuk rasa besar-besaran anti-pemerintah akan berlangsung di Hong Kong




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×