CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

China menolak kunjungan kapal perang AS ke pelabuhan Qingdao


Rabu, 28 Agustus 2019 / 14:35 WIB

China menolak kunjungan kapal perang AS ke pelabuhan Qingdao
ILUSTRASI. Latihan perang Jepang - AS


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. China menolak permintaan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat untuk mengunjungi kota pelabuhan China Qingdao dalam beberapa hari terakhir, kata seorang pejabat pertahanan AS kepada Reuters (Selasa (27/8).

Mengutip Reuters, ini adalah kali kedua China menolak permintaan AS pada bulan ini, setelah sebelumnya menolak permintaan dua kapal Angkatan Laut AS untuk mengunjungi Hong Kong, ketika krisis politik di wilayah itu semakin dalam.

Pejabat pertahanan yang enggan disebutkan namanya mengatakan kapal perang itu seharusnya mengunjungi pelabuhan China pada Minggu (25/8) tetapi China menolak permintaan itu sebelumnya.

Kapal perang militer AS sesekali berkunjung ke China. Yang terbaru pada tahun 2017 kata pejabat pertahanan tersebut. 

Baca Juga: Tensi semakin panas, China gelar latihan militer setelah Taiwan beli senjata dari AS

Kapal Angkatan Laut AS yang terakhir mengunjungi Qingdao adalah kapal perusak Benfold pada tahun 2016.

Kementerian Pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Asal tahu saja, perang dagang antara kedua negara telah melemahkan pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan kekhawatiran pasar akan terjadinya resesi.

Awal bulan ini, China menolak permintaan kapal pengangkut angkatan laut AS untuk kapal Green Bay dan kapal penjelajah berpeluru kendali Lake Erie untuk mengunjungi Hong Kong.

Pihak berwenang China telah mengirimkan peringatan yang jelas bahwa intervensi yang kuat dimungkinkan untuk dilakukan.

Baca Juga: AS dan China berlomba dalam persenjataan dengan menggunakan kecerdasan buatan

Anggaran pertahanan China tahun ini akan naik 7,5% dari tahun lalu menurut laporan anggaran yang dirilis awal tahun ini. Peningkatan anggaran militer ini telah meningkatkan kekhawatiran di antara negara tetangga dan sekutu Barat, terutama karena China menjadi lebih tegas dalam sengketa teritorial di Timur dan Laut China Selatan dan Taiwan.

Tahun lalu, militer AS menempatkan perlawanan terhadap China, bersama dengan Rusia di pusat strategi pertahanan nasional yang baru. AS mengubah prioritas setelah lebih dari satu setengah dekade berfokus pada perang melawan gerilyawan Islam.

 


Sumber : Reuters
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.1936

Close [X]
×