kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.803   69,00   0,41%
  • IDX 7.974   -346,60   -4,17%
  • KOMPAS100 1.104   -44,55   -3,88%
  • LQ45 787   -25,82   -3,18%
  • ISSI 287   -18,43   -6,04%
  • IDX30 408   -9,40   -2,25%
  • IDXHIDIV20 485   -8,00   -1,62%
  • IDX80 122   -4,92   -3,87%
  • IDXV30 133   -5,28   -3,82%
  • IDXQ30 132   -2,63   -1,96%

China Pangkas Tarif Impor Bahan Baku Tembaga dan Aluminium Daur Ulang


Sabtu, 28 Desember 2024 / 11:23 WIB
China Pangkas Tarif Impor Bahan Baku Tembaga dan Aluminium Daur Ulang
ILUSTRASI. China atau Tiongkok akan memangkas tarif impor untuk etana dan bahan baku tembaga serta aluminium daur ulang tertentu mulai tahun depan.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. China atau Tiongkok akan memangkas tarif impor untuk etana dan bahan baku tembaga serta aluminium daur ulang tertentu mulai tahun depan.

Kementerian Keuangan China, Sabtu (28/11), mengumumkan penyesuaian untuk berbagai kategori tarif impor, berlaku mulai 1 Januari, yang ditujukan untuk meningkatkan impor produk berkualitas tinggi, memperluas permintaan domestik, dan mempromosikan keterbukaan tingkat tinggi.

Seperti dikutip Reuters, tarif impor sementara di bawah tarif negara yang paling disukai China akan diterapkan pada 935 item. Tarif impor akan dikurangi untuk etana dan bahan baku tembaga dan aluminium daur ulang tertentu untuk memajukan pembangunan hijau dan rendah karbon.

Baca Juga: China Selidiki Impor Daging Sapi Imbas Kelebihan Pasokan yang Menekan Harga

Tarif akan naik pada komoditas termasuk molase dan bubuk pracampur yang mengandung gula akan meningkat tetapi akan dikurangi pada barang-barang seperti polimer olefin siklik, kopolimer etilena-vinil alkohol dan transmisi otomatis untuk kendaraan tujuan khusus seperti truk pemadam kebakaran dan kendaraan perbaikan.

Tarif impor juga akan dikurangi pada barang-barang seperti natrium zirkonium siklosilikat, vektor virus untuk terapi tumor CAR-T, dan kawat paduan nikel-titanium untuk implan bedah.

Perjanjian Perdagangan Bebas Tiongkok-Maladewa akan mulai berlaku pada 1 Januari, dengan penerapan pengurangan tarif, kata kementerian tersebut.

Baca Juga: Pembalasan Berlanjut, Tiongkok Perpanjang Investigasi Antidumping Brendi Eropa




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×