China-Rusia Sepakat akan Melindungi Kazakhstan dari Kekacauan

Selasa, 11 Januari 2022 | 11:15 WIB Sumber: Reuters
China-Rusia Sepakat akan Melindungi Kazakhstan dari Kekacauan

ILUSTRASI. Pasukan terlihat di alun-alun utama tempat ratusan orang memprotes pemerintah setelah keputusan pihak berwenang untuk menaikkan batas harga bahan bakar gas cair, di Almaty, Kazakhstan, Kamis (6/1/2022). REUTERS/Mariya Gordeyeva


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Menteri Luar Negeri China Wang Yi, pada Senin (10/1) malam, menyatakan dukungannya terhadap langkah Rusia yang mengirimkan pasukan militer ke Kazakhstan untuk membantu memadamkan kerusuhan.

Pesan Wang ini disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov melalui panggilan telepon. 

Dilansir dari Reuters, Wang juga menegaskan bahwa China sependapat dengan penilaian presiden Kazakhstan yang mengatakan bahwa sumber kerusuhan adalah aktivitas teroris. Untuk saat ini, China akan sejalan dengan Rusia untuk menghalau kekuatan luar yang berusaha mengganggu Kazakhstan.

"China dan Rusia harus menentang kekuatan eksternal yang mengganggu urusan internal negara-negara Asia Tengah, dan mencegah 'revolusi warna' dan 'tiga kekuatan jahat' dari menyebabkan kekacauan," kata Wang.

China mendefinisikan 'tiga kekuatan jahat' sebagai ekstremisme agama, pemisahan diri teritorial dan terorisme kekerasan. Bagi China, tiga hal tersebut merupakan penyebab di balik ketidakstabilan di provinsi Xinjiang.

Baca Juga: Sebanyak 7.939 Orang Ditahan Pasukan Keamanan Kazakhstan Karena Terlibat Kerusuhan

Pada hari Jumat (7/1), Presiden China Xi Jinping telah menghubungi Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dan menegaskan bahwa China menentang kekuatan apa pun yang mengganggu stabilitas Kazakhstan.

Kerusuhan menyusul kenaikan harga bahan bakar di Kazakhstan semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir. Gedung-gedung pemerintah di Kazakhstan sempat direbut atau dibakar di beberapa kota pekan lalu.

Pasukan keamanan bahkan telah diberi izin untuk menembak para demonstran yang bertindak di luar kendali. Pihak berwenang melimpahkan kekacauan tersebut pada kelompok ekstrimis, termasuk dugaan keterlibatan militan Islam yang menerima pelatihan di luar negeri.

Kazakhstan juga telah meminta secara langsung kepada Rusia agar bersedia mengirim pasukan. Pemerintah mengatakan bahwa pasukan Rusia telah dikerahkan untuk menjaga situs-situs strategis.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru