kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

China Semiconductor Manufacturing bakal bangun pabrik chip senilai US$ 8,87 miliar


Senin, 06 September 2021 / 14:11 WIB
China Semiconductor Manufacturing bakal bangun pabrik chip senilai US$ 8,87 miliar
ILUSTRASI. ilustrasi chip. REUTERS/Kai Pfaffenbach/Files GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE - SEARCH 'BUSINESS WEEK AHEAD MARCH 28' FOR ALL IMAGES


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Produsen Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) bakal menginvestasikan dana senilai US$ 8,87 miliar untuk membangun pabrik chip di Shanghai. Perusahaan asal China ini akan memperluas kapasitas produksi saat pemerintah Beijing ingin meningkatkan kapasitas sektor ini.

Langkah ekspansi oleh pembuat chip terbesar di China ini beriringan dengan krisis chip yang mengguncang industri otomotif dan elektronik. Aksi penambahan kapasitas baru juga dilakukan oleh perusahaan chip seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp Ltd dan GlobalFoundries.

SMIC mengatakan setuju untuk membangun jalur produksi dengan kapasitas bulanan hingga 100.000 wafer 12-inci di Lingang Free Trade Zone (FTZ) di distrik Pudong, pusat bisnis China. Perusahaan lain yang juga memiliki pabrik di zona tersebut adalah Contemporary Amperex Technology Co Ltd dan Tesla.

Rencananya akan fokus pada pengecoran sirkuit terpadu dan layanan teknologi pada node proses untuk chip bertipe 28-nanometer ke atas. Langkah ini memungkinkan karena dukungan dari perusahaan patungan yang mayoritas dimiliki oleh SMIC.

Baca Juga: Daimler perkirakan masalah kekurangan cip baru akan teratasi tahun 2023

Mitra usaha patungnya adalah Lingang FTZ. SMIC juga menyebut akan mencari investor lain di perusahaan gabungan itu untuk meningkatkan modal disetor hingga US$ 5,5 miliar.

SMIC merupakan perusahaan yang menjalankan bisnis chip dengan dukungan negara China, guna memacu kapasitas produksi chip saat terjadi kekurangan pasokan global. Dalam dekade terakhir, pemerintah telah menggelontorkan miliaran dari dana tersebut untuk membantu perusahaan chip domestik mengejar saingan global di Jepang, Korea dan Amerika Serikat (AS), meskipun SMIC tertinggal di sana.

Peluncuran pabrik baru SMIC mengikuti rencana ekspansi serupa dalam beberapa bulan terakhir untuk pabrik baru di Shenzhen dan Beijing. Perusahaan itu juga masuk dalam daftar hitam pemerintah AS yang menyangkalnya sebagai peralatan manufaktur canggih dari pemasok AS. 

Amerika Serikat mengutip kekhawatiran keamanan nasional dan SMIC telah membantah memiliki hubungan dengan militer China. Langkah-langkah tersebut mengganggu rencana perusahaan untuk beralih ke pembuatan chip kelas atas. Akan tetapi kinerja keuangan yang kuat karena kekurangan chip telah mendorong permintaan mendukung perusahaan ini.

Selanjutnya: Singapura izinkan Boeing 737 MAX kembali beroperasi




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×