kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

China Tak Bisa Dipercaya untuk Menengahi Perdamaian Rusia-Ukraina karena Ancam Taiwan


Rabu, 02 Agustus 2023 / 08:08 WIB
ILUSTRASI. Taiwan memperingatkan, China tidak dapat dipercaya untuk menengahi perdamaian antara Rusia dan Ukraina. REUTERS/Dado Ruvic


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Melansir CNBC, China meningkatkan upayanya untuk membawa Rusia dan Ukraina ke meja perundingan dengan perwakilan khusus China untuk urusan Eurasia, Li Hui, yang mengunjungi Eropa pada Maret 2023 lalu untuk pembicaraan tentang penyelesaian politik krisis Ukraina.

China secara luas dianggap telah mendukung Rusia selama perang, menolak untuk mengutuk invasi dan berkomitmen untuk memperdalam kerja sama strategisnya dengan negara tersebut, meskipun Moskow dipandang oleh sebagian besar analis sebagai mitra junior yang patuh dalam hubungan tersebut.

Salah satu faktor utama yang mengikat China dan Moskow adalah antipati dan ketidakpercayaan yang sama dan mendalam terhadap Barat, di mana keduanya mengkritik dominasi AS dalam urusan global.

Dengan latar belakang ini, Moskow dan Beijing tetap sangat dekat selama perang dengan Xi dan Putin mengadakan banyak panggilan telepon dan kunjungan kenegaraan pada bulan Maret. 

Sebaliknya, Xi hanya menelepon mitranya dari Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk pertama kalinya pada bulan April.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×