kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

China: Tiongkok tidak pernah ingin menantang atau menggantikan AS


Kamis, 24 Oktober 2019 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Seorang anak menggunakan kaos bertuliskan US (Amerika Serikat) sambil mengibarkan bendera China di Lapangan Tiananmen, Beijing, China, 7 Mei 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Hanya, dalam sindiran tidak langsung ke AS, Le menyatakan, negara-negara tertentu berbicara tentang bagaimana mereka harus bersaing dengan Cina. Dn, "China tidak menentang persaingan," katanya.

Baca Juga: Redam ketegangan dagang, China bebaskan tarif impor kedelai AS sebanyak 10 juta ton

"Tapi, persaingan tidak berarti konfrontasi dan konflik. Orang tidak bisa sesukanya terlibat dalam tekanan ekstrem, decoupling atau yurisdiksi lengan panjang," sebut Le yang sedang naik daun dalam diplomasi China dan dianggap sebagai menteri luar negeri masa depan

Sebelumnya, China mengecam AS karena menjatuhkan sanksi kepada perusahaan dan warga negara China atas hubungan mereka dengan negara-negara, seperti Korea Utara dan Iran, yang Beijing sebut sebagai yurisdiksi lengan panjang Washington.

Beijing juga mengkritik Washington karena menekannya dalam perang dagang dengan menaikkan tarif ekspor China. Namun, berbicara awal pekan ini di Beijing, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan, negaranya tidak berusaha "memisahkan" dari China.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×