kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   0,00   0,00%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

China: Tiongkok tidak pernah ingin menantang atau menggantikan AS


Kamis, 24 Oktober 2019 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Seorang anak menggunakan kaos bertuliskan US (Amerika Serikat) sambil mengibarkan bendera China di Lapangan Tiananmen, Beijing, China, 7 Mei 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Hanya, dalam sindiran tidak langsung ke AS, Le menyatakan, negara-negara tertentu berbicara tentang bagaimana mereka harus bersaing dengan Cina. Dn, "China tidak menentang persaingan," katanya.

Baca Juga: Redam ketegangan dagang, China bebaskan tarif impor kedelai AS sebanyak 10 juta ton

"Tapi, persaingan tidak berarti konfrontasi dan konflik. Orang tidak bisa sesukanya terlibat dalam tekanan ekstrem, decoupling atau yurisdiksi lengan panjang," sebut Le yang sedang naik daun dalam diplomasi China dan dianggap sebagai menteri luar negeri masa depan

Sebelumnya, China mengecam AS karena menjatuhkan sanksi kepada perusahaan dan warga negara China atas hubungan mereka dengan negara-negara, seperti Korea Utara dan Iran, yang Beijing sebut sebagai yurisdiksi lengan panjang Washington.

Beijing juga mengkritik Washington karena menekannya dalam perang dagang dengan menaikkan tarif ekspor China. Namun, berbicara awal pekan ini di Beijing, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan, negaranya tidak berusaha "memisahkan" dari China.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×