kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

China: Tiongkok tidak pernah ingin menantang atau menggantikan AS


Kamis, 24 Oktober 2019 / 20:30 WIB
China: Tiongkok tidak pernah ingin menantang atau menggantikan AS
ILUSTRASI. Seorang anak menggunakan kaos bertuliskan US (Amerika Serikat) sambil mengibarkan bendera China di Lapangan Tiananmen, Beijing, China, 7 Mei 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Hanya, dalam sindiran tidak langsung ke AS, Le menyatakan, negara-negara tertentu berbicara tentang bagaimana mereka harus bersaing dengan Cina. Dn, "China tidak menentang persaingan," katanya.

Baca Juga: Redam ketegangan dagang, China bebaskan tarif impor kedelai AS sebanyak 10 juta ton

"Tapi, persaingan tidak berarti konfrontasi dan konflik. Orang tidak bisa sesukanya terlibat dalam tekanan ekstrem, decoupling atau yurisdiksi lengan panjang," sebut Le yang sedang naik daun dalam diplomasi China dan dianggap sebagai menteri luar negeri masa depan

Sebelumnya, China mengecam AS karena menjatuhkan sanksi kepada perusahaan dan warga negara China atas hubungan mereka dengan negara-negara, seperti Korea Utara dan Iran, yang Beijing sebut sebagai yurisdiksi lengan panjang Washington.

Beijing juga mengkritik Washington karena menekannya dalam perang dagang dengan menaikkan tarif ekspor China. Namun, berbicara awal pekan ini di Beijing, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan, negaranya tidak berusaha "memisahkan" dari China.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×