kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

COVID-19 menjangkiti penjara, Iran bebaskan 70.000 tahanan


Selasa, 10 Maret 2020 / 05:20 WIB
COVID-19 menjangkiti penjara, Iran bebaskan 70.000 tahanan
ILUSTRASI. Tim Kesehatan menyemprotkan cairan disinfektan di Tehran, Iran (5 Maret 2020). WANA (West Asia News Agency)/Nazanin Tabatabaee via REUTERS.

Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Iran membebaskan sementara sekitar 70.000 tahanan untuk memerangi penyebaran virus korona di penjara.

Kepala Lembaga Peradilan Iran menyampaikan kabar terseut pada hari Senin, kutip Reuters.

Iran telah melaporkan 595 infeksi baru dan 43 kematian baru dalam 24 jam terakhir. Perekembangan itu membuat total kasus coronavirus menjadi 7.161, dengan 237 kematian, kata juru bicara Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Arab Saudi denda Rp 1,3 miliar pelancong yang tidak ungkap data kesehatan

Kepala Kehakiman Ebrahim Raisi mengumumkan pembebasan sementara para tahanan ketika pemerintah Iran berusaha melawan salah satu wabah nasional terburuk di luar China tersebut.

Raisi mengatakan, pembebasan tahanan akan berlanjut "ke titik di mana tidak menciptakan ketidakamanan di masyarakat", menurut situs berita Mizan.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapan mereka yang dibebaskan harus kembali ke penjara.

Tahanan di Iran telah terinfeksi virus corona, kata PBB pada hari Senin.

"Laporan terbaru menunjukkan bahwa virus COVID-19 telah menyebar di dalam penjara Iran," Javaid Rehman, pelapor khusus hak asasi manusia di Iran, mengatakan di Jenewa, Senin.

Baca Juga: Kasus virus corona di Australia melonjak, dua sekolah di Sydney tutup

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei membatalkan pidatonya di kota Mashhad menyambut tahun baru Persia, yaitu pada 20 Maret.

"Upacara pidato Pemimpin Tertinggi revolusi Islam yang terjadi setiap tahun pada hari pertama tahun baru di (tempat suci Imam Reza) tidak akan berlangsung tahun ini. Pemimpin Tertinggi tidak akan melakukan perjalanan ke tempat suci Mashhad," kata pernyataan itu.

Keputusan itu diambil berdasarkan rekomendasi dari pejabat kesehatan untuk meminimalkan perjalanan dan menghindari pertemuan besar.

Para pejabat Iran telah menyatakan keprihatinan tentang kemungkinan infeksi yang menyebar selama Nowruz, awal tahun baru Iran, yang biasanya merupakan periode ketika keluarga bepergian ke tempat-tempat liburan di seluruh negeri.

Kementerian kesehatan telah mengatakan kepada Iran untuk tinggal di rumah dan memberlakukan pembatasan perjalanan antar provinsi.

Baca Juga: Arab Saudi mengunci wilayah Qatif, sekolah ditangguhkan karena virus corona

Meskipun ada peringatan, pihak berwenang mengatakan ada lalu lintas padat dalam beberapa hari terakhir di jalan menuju utara ke Laut Kaspia, tempat liburan tradisional Nowruz.



TERBARU

[X]
×