kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

CSEM Swiss Ahli Jam Hingga Panel Surya, Buka Peluang Kerjasama dengan Asia Tenggara


Sabtu, 27 Juni 2026 / 14:07 WIB
CSEM Swiss Ahli Jam Hingga Panel Surya, Buka Peluang Kerjasama dengan Asia Tenggara
ILUSTRASI. Kantor CSEM (Centre Suisse dElectronique et de Microtechnique) di Neuchatel (KONTAN/Yuwono Tri)


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEUCHATEL. Bicara soal Swiss, tidak bisa lepas dari kata inovasi. Salah satu jejak inovasi Swiss dapat ditemukan pada perusahaan inovasi mereka yang Bernama CSEM (Centre Suisse d'Electronique et de Microtechnique) yang dikenal dengan pusat elektronika dan mikroteknologi Swiss.

Berdiri sejak tahun 1984, perusahaan riset ini dibentuk melalui penggabungan tiga lembaga penelitian jam tangan Swiss di kota Neuchatel. Ketiga entitas tersebut adalah The Center of Electronic Horology (CEH), The Swiss Foundation for Research in Microtechnology (FSRM), dan The Swiss Laboratory for Watchmaking Research (LSRH).

Pemerintah federal Swiss dan kanton (provinsi) Neuchatel mengempit 27% saham CSEM. Sedangkan mayoritas saham CSEM dimiliki oleh perusahaan-perusahaan private.

Baca Juga: Skenario Messi vs Ronaldo di Piala Dunia 2026, Bisa Terjadi di Final

Perusahaan riset ini menciptakan teknologi panel surya mutakhir. Mengapa? karena mampu menciptakan teknologi efisiensi tinggi. Keunggulan produk hasil inovasi CSEM adalah CSEM memegang rekor dunia dalam mengembangkan sel surya tandem (silikon dan perovskite), yang mampu mampu menyerap lebih banyak energi matahari dibanding panel biasa.

Hal tersebut buah dari kerja sama mereka dengan EPFL, salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di dunia, yang ada di Swiss. Bersama EPFL, CSEM berulang kali memecahkan rekor dunia efisiensi energi dengan menggabungkan material perovskite dan silikon.

CSEM juga mampu merancang panel surya yang bisa menyatu dengan arsitektur bangunan, termasuk menciptakan panel surya berwarna putih dan warna-warni agar tidak merusak visual gedung. Panel surya ini berfungsi ganda sebagai dinding, jendela, atau fasad gedung tanpa terlihat seperti panel surya konvensional.

Selain itu, CSEM berhasil menciptakan lapisan khusus yang membuat panel surya berwarna putih bersih. Panel dirancang agar tidak memantulkan cahaya yang menyilaukan mata dan menyembunyikan sel surya hitam di dalamnya dengan sempurna.

Dan yang paling mengesankan adalah teknologi panel surya mikro CSEM, yang mampu membuat pemanen energi surya berukuran kecil dan fleksibel untuk perangkat elektronik, semisal pada jam tangan pintar. CSEM menanamkan teknologi ke dalam Tissot, merek jam tangan legendaris asal Swiss, berupa sel Surya mikro di dalam perangkat yang berfungsi untuk memasok daya perangkat.

Saat menerima kunjungan delegasi jurnalis Grup Media Kompas, Bahaa Roustom, VP Marketing & Business Development mengatakan tidak tertutup kemungkinan memperluas kerja sama teknologi ke Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Prediksi Panama vs Inggris di Piala Dunia 2026: The Three Lions Wajib Juara Grup

"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam mengembangkan teknologi masa depan yang inovatif," terang Roustom. Fungsi CSEM sebagai jembatan antara ide ilmiah di tingkat akademik bisa diterapkan dan dipakai sesuai kebutuhan industri.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×