kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dampak corona, kebijakan lockdown di Spanyol kemungkinan akan diperpanjang hingga Mei


Jumat, 10 April 2020 / 07:02 WIB
Dampak corona, kebijakan lockdown di Spanyol kemungkinan akan diperpanjang hingga Mei
ILUSTRASI. Kebijakan lockdown di Spanyol kemungkinan akan diperpanjang hingga Mei. REUTERS/Eloy Alonso TPX IMAGES OF THE DAY

Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - MADRID. Perdana menteri Spanyol memperingatkan pada hari Kamis bahwa kebijakan karantina atau lockdown nasional kemungkinan akan berlangsung hingga Mei meskipun angka kematian akibat virus tersebut melambat.

Berbicara kepada parlemen yang hampir kosong ketika lebih dari 300 anggota parlemen berpartisipasi dari jarak jauh, Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan data terbaru menunjukkan bahwa Spanyol mendekati dimulainya penurunan pandemi. "Api mulai terkendali," katanya dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Jokowi: Penerapan PSBB tidak sama di seluruh Indonesia

Anggota parlemen menyetujui perpanjangan 15 hari keadaan darurat, melarang orang meninggalkan rumah kecuali pekerjaan, makanan atau obat-obatan hingga 26 April, serta tiga dekrit ekonomi dan ketenagakerjaan terkait wabah.

Sanchez mengatakan dia harus meminta parlemen dalam waktu sekitar dua minggu untuk perpanjangan 15 hari untuk penguncian yang pertama kali diumumkan pada 14 Maret.

Baca Juga: Arab Saudi-Rusia sepakat pangkas produksi minyak besar-besaran, ini penjelasannya

Setelah dua hari meningkat, angka kematian harian coronavirus menurun pada hari Kamis menjadi 683 orang, menjadikan totalnya menjadi 15.238. Kasus yang dikonfirmasi di Spanyol naik menjadi 152.446 dari 146.690. "Kecepatan peningkatan virus menurun di seluruh Spanyol," kata Maria Jose Sierra, wakil kepala pusat darurat kesehatan.

Di parlemen, Sanchez mendesak semua pihak di negara yang terpecah secara politis itu untuk bergabung dengan pakta kebangkitan ekonomi dan bertemu minggu depan untuk membahasnya.



TERBARU

[X]
×