Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi telah memangkas kapasitas produksi minyak kerajaan tersebut sekitar 600.000 barel per hari (bph) dan mengurangi aliran (throughput) pada pipa East-West sekitar 700.000 bph, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Saudi, SPA, pada Kamis, mengutip sumber resmi di Kementerian Energi.
SPA seperti yang dilansir Reuters menyebut, serangan tersebut, termasuk serangan sebelumnya terhadap sejumlah fasilitas, juga mengganggu operasi di lokasi-lokasi penting minyak, gas, kilang, petrokimia, serta pembangkit listrik di Riyadh, Provinsi Timur, dan Kota Industri Yanbu.
SPA melaporkan, satu warga negara Saudi dari personel keamanan industri perusahaan energi Saudi tewas dan tujuh pegawai Saudi lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Sumber kementerian tidak menyebutkan siapa yang meluncurkan rudal-rudal itu.
Arab Saudi telah menjadi sasaran serangan ratusan rudal dan drone Iran sejak pecahnya perang AS-Israel dengan Iran, yang sebagian besar berhasil dicegat, menurut otoritas. Teheran juga melancarkan serangan ke Israel dan negara-negara Arab Teluk yang menjadi tuan rumah instalasi militer AS.
Salah satu stasiun pompa pada pipa East-West Saudi terkena serangan, sehingga mengurangi aliran pipa sekitar 700.000 bph, kata sumber kementerian. Sumber itu menyebut pipa tersebut saat ini menjadi jalur utama untuk memasok pasar global.
Baca Juga: Shell Percepat Proyek Gas di Venezuela-Trinidad Tahun Depan
Ladang minyak Manifa juga terkena serangan, sehingga mengurangi kapasitas produksi sekitar 300.000 bph, sementara serangan sebelumnya pada fasilitas Khurais memangkas tambahan 300.000 bph, sehingga total penurunan kapasitas produksi Saudi mencapai sekitar 600.000 bph, tambah sumber itu.
Serangan juga menghantam fasilitas-fasilitas kilang utama, termasuk SATORP di Jubail, kilang Ras Tanura, kilang SAMREF di Yanbu, dan kilang Riyadh, yang secara langsung memengaruhi ekspor produk olahan ke pasar global, kata SPA.
Fasilitas pemrosesan di Ju'aymah juga terdampak kebakaran, yang mengganggu ekspor liquefied petroleum gas (LPG) serta natural gas liquids (NGL).
Serangan terhadap ladang minyak utama, infrastruktur pipa, dan pusat kilang ini menegaskan risiko terhadap pasokan energi global seiring konflik meluas di kawasan. Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, memainkan peran sentral dalam pasar minyak mentah global, dan gangguan berkepanjangan pada produksi, sistem kilang, atau jalur ekspornya dapat memperketat pasokan serta meningkatkan volatilitas harga.
Tonton: Efek Domino Gencatan AS Iran, Kini Pakistan Afghanistan Sepakat Tahan Perang
Sumber kementerian mengatakan serangan yang terus berlanjut akan mengurangi pasokan dan memperlambat pemulihan, sehingga memengaruhi keamanan energi bagi negara-negara konsumen dan menambah volatilitas di pasar minyak. SPA juga menyebut gangguan tersebut telah menguras sebagian besar persediaan operasional dan darurat, sehingga membatasi kemampuan untuk menutup kekurangan pasokan.













