Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - LONDON. Investor dana pensiun terbesar di Eropa, APG, berencana meningkatkan alokasi investasinya ke pasar privat di atas 30%, seiring melihat gejolak di pasar kredit sebagai peluang pembelian aset yang menarik.
APG mengelola sekitar € 600 miliar untuk klien, termasuk ABP. Saat ini, sekitar 26% portofolionya sudah ditempatkan di pasar privat, dan porsi tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring perubahan aturan investasi di Belanda.
Chief Investment Officer APG untuk investasi privat, Patrick Kanters, mengatakan perubahan aturan dalam Future Pensions Act yang diperkenalkan bertahap sejak 2023 memberi fleksibilitas lebih besar bagi dana pensiun untuk mengambil risiko lebih tinggi, termasuk mengurangi ketergantungan pada obligasi pemerintah yang berimbal hasil rendah namun likuid.
Baca Juga: Paus Leo Tegaskan Sikap Anti-Perang Usai Diserang Kritik Trump
Dalam sistem baru tersebut, pekerja muda akan memiliki kantong dana masing-masing yang berpotensi berkembang lebih cepat, seiring meningkatnya harapan hidup dan perubahan pola karier.
Saat ini, APG menempatkan sekitar 10% asetnya di properti, 5%–6% di infrastruktur yang ditargetkan naik menjadi sekitar 10%, serta 8% di private equity, naik dari 6% sebelumnya. Selain itu, ada alokasi kecil di bawah 1% pada aset natural capital seperti kehutanan.
Untuk private debt, alokasinya masih sekitar 1,5% dan berpotensi meningkat menjadi 2%–4% tergantung klien, yang secara nilai bisa naik dari sekitar € 9 miliar menjadi hampir € 24 miliar.
Perubahan ini terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar global, termasuk tekanan pada beberapa dana berbasis ritel di Amerika Serikat akibat lonjakan penarikan dana dan kekhawatiran terhadap penurunan imbal hasil serta dampak kecerdasan buatan pada sektor perangkat lunak.
“Beberapa sub-pasar sedang mengalami koreksi, dan itu bisa menjadi peluang ke depan,” kata Kanters. Ia menambahkan bahwa investasi ini membutuhkan horizon waktu yang sangat panjang.
Baca Juga: Paus Leo Tegaskan Sikap Anti-Perang Usai Diserang Kritik Trump
Menurutnya, fokus utama APG adalah berinvestasi di area dengan ketersediaan modal terbatas, struktur investasi yang kuat, dan disiplin penilaian risiko yang ketat, terutama pada aset riil dan pembiayaan infrastruktur.
“Pada akhirnya, kualitas manajer, struktur kesepakatan, dan perlindungan terhadap risiko penurunan lebih penting bagi kami dibanding sekadar memilih tema sektor tertentu,” ujarnya.
Portofolio private debt APG saat ini mencakup pembiayaan aset riil, pembiayaan khusus, kredit terstruktur, direct lending, hingga kredit bermasalah. Sekitar 60% dari portofolio tersebut berada di Eropa, jauh di atas rata-rata pasar sekitar 30%.
Kanters juga menyebut pasar Amerika Serikat tetap menjadi yang terbesar dan paling matang untuk private debt, sehingga sulit untuk diabaikan bagi investor jangka panjang. Selain itu, kawasan Asia dinilai menawarkan imbal hasil menarik serta kualitas manajer investasi yang tinggi.
Baca Juga: Pernyataan Presiden Korea Selatan tentang Holocaust Picu Kontroversi di Dalam Negeri













