CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Dari Cedera Lutut ke Juara Dunia, Rodri Tuntaskan Kisah Kebangkitan


Senin, 20 Juli 2026 / 09:52 WIB
Dari Cedera Lutut ke Juara Dunia, Rodri Tuntaskan Kisah Kebangkitan
ILUSTRASI. Piala Dunia - Timnas Spanyol, Rodri (REUTERS/Dylan Martinez)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gelandang Timnas Spanyol Rodri menutup kisah kebangkitannya dengan cara yang sempurna. Kurang dari dua tahun setelah mengalami cedera ligamen lutut yang nyaris mengakhiri kariernya, ia sukses membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.

Mengutip Reuters, Spanyol memastikan gelar juara dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Citi Turunkan Rekomendasi Saham Korea Selatan, Volatilitas Sektor AI Jadi Alasan

Rodri menerima penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen. Dengan pencapaian tersebut, gelandang berusia 30 tahun itu bergabung dengan legenda sepak bola Franz Beckenbauer, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane sebagai pemain yang berhasil meraih gelar Piala Dunia, Piala Eropa (Euro), Liga Champions, serta Ballon d'Or sepanjang kariernya.

Prestasi itu terasa semakin istimewa karena Rodri datang ke Piala Dunia 2026 setelah sempat berjuang memulihkan performanya pasca mengalami cedera ligamen lutut.

Sebelumnya, ia meraih Ballon d'Or 2024 setelah membawa Spanyol menjuarai Euro dan membantu Manchester City mencatat rekor 74 pertandingan tanpa kekalahan saat dirinya bermain.

"Rasanya seperti skenario yang sempurna. Saya sama sekali tidak menyangka ini akan terjadi," kata Rodri setelah menerima penghargaan pemain terbaik turnamen.

Ia berharap perjalanan hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi para pesepak bola muda

"Saya ingin generasi muda melihat bahwa seorang pemain bisa mencapai puncak, kemudian jatuh ke titik terendah, lalu bangkit kembali. Ini adalah pelajaran tentang bagaimana mengatasi kesulitan," ujarnya.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Harga Minyak Tembus US$ 90 akibat Konflik Timur Tengah

Kekuatan Kolektif Spanyol

Meski menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Spanyol, Rodri menegaskan keberhasilan La Furia Roja lahir dari kekuatan kolektif.

Ia memuji rekan-rekannya yang tetap sabar menghadapi pertahanan rapat Argentina hingga akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan.

"Itulah rahasia tim nasional ini. Kami selalu berjuang untuk satu sama lain. Pada akhirnya, Tuhan memberi penghargaan kepada kami karena kami berani," katanya.

Rodri juga menyebut skuad Spanyol saat ini sebagai generasi yang luar biasa.

Baca Juga: Rupiah Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terdalam terhadap Dolar AS

"Kami sangat bahagia. Tim ini luar biasa. Kami kini menjadi juara dunia dua kali. Ini adalah turnamen Piala Dunia tersulit dalam sejarah. Kami mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi, pemain terbaik sepanjang sejarah," ujarnya.

Meski mengakui Argentina memberikan perlawanan sengit, Rodri menilai Spanyol pantas menjadi juara.

"Argentina adalah juara bertahan. Mereka memang tidak banyak menciptakan peluang, tetapi sangat sulit ditembus. Namun, Spanyol bermain sangat baik dan hasil ini pantas kami dapatkan," tutupnya.




TERBARU

[X]
×