kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45742,38   -7,62   -1.02%
  • EMAS1.014.000 0,80%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Daya saing turun, perbankan di Inggris desak pemerintah untuk meringankan beban pajak


Rabu, 30 Oktober 2019 / 10:25 WIB
Daya saing turun, perbankan di Inggris desak pemerintah untuk meringankan beban pajak
ILUSTRASI. Ilustrasi perbankan di London

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LONDON. UK Finance menekankan perlunya pemerintah memikirkan kembali pajak untuk menjaga daya saing London setelah Brexit. Pasalnya, menurut UK Finance, perbankan di Inggris membayar pajak £ 40 miliar dalam satu tahun fiskal terakhir dengan setengah dari pemberi pinjaman asing.

Mengutip Reuters, Rabu (30/10), dalam tinjauannya, UK Finance mengatakan bank dan karyawannya membayar total £ 39,7 miliar dalam bentuk pajak, atau 5,5% dari penerimaan pemerintah. 

Pajak yang dinaikkan dibagi antara yang dibayarkan oleh karyawan dan pajak perusahaan, biaya tambahan atas laba dan retribusi neraca yang dibayarkan oleh pemberi pinjaman.

Biaya tambahan dan retribusi diperkenalkan setelah Inggris harus menjaminkan pemberi pinjaman dengan uang publik selama krisis keuangan satu dekade lalu.

Menurut tinjauan UK Finance, daya saing fiskal Inggris relatif menurun terhadap pusat keuangan global lainnya seperti new York, dimana bank telah mendapat manfaat dari pemotongan pajak perusahaan baru-baru ini.

Baca Juga: Brexit diundur, poundsterling masih bisa unggul

Banyak bank yang beroperasi di Inggris telah membuka hub Uni Eropa di kota-kota seperti Frankfurt untuk memastikan kesinambungan layanan bagi pelanggan Uni Eropa setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Perbankan memindahkan aset sekitar € 1 triliun di London ke anak usahanya yang baru yang kemungkinan akan menyebabkan hilangnya pendapatan pajak Inggris.

Tinjauan tersebut memperkirakan bahwa total tarif pajak untuk perbankan di London adalah sekitar 47,1%, dibandingkan dengan 44,7% di Frankfurt dan 33,5% di New York.

"Dalam konteks ini, menjaga daya saing fiskal lebih penting dari sebelumnya," kata tinjauan tersebut.

"Ini juga penting untuk memastikan pasar perbankan domestik yang sehat dan dapat terus memberikan kredit untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Inggris di masa depan."

Tinjauan ini juga menunjukkan penurunan jumlah karyawan di bank-bank yang berkantor pusat di Inggris karena restrukturisasi dan pelanggan menggunakan online banking serta mobile banking.

Baca Juga: Uni Eropa Masih Mempertimbangkan Perpanjangan Brexit yang Diminta Inggris

Sementara bank-bank asing yang bermarkas besar, menurut tinjauan tersebut mempekerjakan lebih banyak staf, ini karena bersiap untuk Brexit, menerapkan perubahan dan merger TI dan tidak mungkin menjadi indikasi tren jangka panjang.  

Secara keseluruhan, sektor ini mempekerjakan 342.413 orang, menurut tinjauan tersebut.



TERBARU

[X]
×