Demonstran bakar gerai Wendy's di Atlanta pasca penembakan pria kulit hitam

Minggu, 14 Juni 2020 | 13:39 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Demonstran bakar gerai Wendy's di Atlanta pasca penembakan pria kulit hitam

ILUSTRASI. Pengunjuk rasa berdiri sambil mengangkat tangan kepada aparat keamanan pada aksi protes menentang ketidaksetaraan rasial setelah tewasnya George Floyd saat ditahan polisi Minneapolis, dekat kantor polisi bagian timur Seattle, Washington, Amerika Serikat,


KONTAN.CO.ID - ATLANTA. Sebuah gerai Wendy’s di jalan raya utama Atlanta dibakar pengunjuk rasa pada Sabtu (13/6). Mengutip Reuters, aksi itu dipicu oleh rekaman video penembakan seorang pria berkulit hitam oleh polisi berkulit putih di restoran cepat saji itu.

Sebelum pembakaran, pengunjuk rasa terlebih dahulu menutup sebuah jalan raya utama tersebut. Video ini akan memicu lebih banyak demonstrasi nasional.

Sebenarnya, sehari sebelum insiden pembakaran, Walikota Atlanta Keisha Lance Bottoms telah menerima pengunduran diri Kepala Polisi Erika Shields atas kematian Rayshard Brooks yang berusia 27 tahun pada Jumat malam.

Baca Juga: Mengharukan, ini pidato lengkap adik George Floyd di hadapan Kongres AS

Juru bicara kepolisian Carlos Campos mengonfirmasi Departemen Kepolisian juga telah memberhentikan petugas yang diduga menembak dan membunuh Brooks. Petugas lain yang terlibat dalam insiden tersebut diberikan cuti administratif. Pihak berwenang belum merilis nama kedua perwira itu.

Gambar di televisi lokal menunjukkan restoran terbakar selama lebih dari 45 menit sebelum petugas pemadam kebakaran tiba untuk memadamkan api. Petugas pemadam kebakaran dilindungi oleh barisan petugas polisi. Pada saat itu bangunan itu menjadi puing-puing hangus tepat di sebelah sebuah pompa bensin.

Demonstran lain berbaris ke Interstate-75, menghentikan lalu lintas, sebelum polisi menggunakan barisan mobil patroli untuk menahan mereka.

"Saya tidak percaya bahwa ini adalah penggunaan kekuatan maut yang dapat dibenarkan dan telah menyerukan agar petugas segera diberhentikan," kata Bottoms pada konferensi pers sore.

Brooks adalah ayah dari seorang putri kecil yang merayakan ulang tahunnya pada hari Sabtu, kata pengacaranya. Kematiannya akibat peluru polisi terjadi setelah lebih dari dua minggu demonstrasi di kota-kota besar di seluruh Amerika Serikat atas nama George Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun yang meninggal pada 25 Mei di bawah lutut seorang petugas kepolisian Minneapolis.

Protes jalanan pecah di Atlanta pada Sabtu di dekat lokasi penembakan, dengan lebih dari 100 orang menyerukan agar petugas didakwa secara pidana dalam kasus ini.

Baca Juga: Saat protes rasisme, AS punya orang Afrika-Amerika pertama jadi kepala Angkatan Udara

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru