kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,15   -4,52   -0.50%
  • EMAS939.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Dengan bobot 30.000 ton, kapal induk Korea Selatan diharapkan selesai tahun 2033


Minggu, 28 Februari 2021 / 09:00 WIB
Dengan bobot 30.000 ton, kapal induk Korea Selatan diharapkan selesai tahun 2033

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan kini terlihat semakin serius dalam memperkuat pertahanan maritimnya. Saat ini Negeri Ginseng sedang merencanakan pembuatan kapal induk ringan yang diharapkan bisa mulai beroperasi pada tahun 2033.

Rencana tersebut disampaikan oleh Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) dalam video conference yang digelar pada hari Senin (22/2) lalu.

Dikutip dari Yonhap, konferensi virtual pada hari Senin diadakan oleh Komite Promosi Proyek Pertahanan dan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Korea Selatan, Suh Wook.

Pada kesempatah itu, DAPA mengatakan bahwa rencana untuk membangun kapal induk ringan kelas 30.000 ton dengan teknologi dalam negeri telah mendapat persetujuan.

Biaya senilai ₩ 2,03 triliun atau sekitar US$ 1,82 miliar diperkirakan akan dihabiskan untuk membangun unit kapal induk ringan tersebut.

Baca Juga: China dan Singapura gelar latihan militer bersama di Laut China Selatan

Nantinya, persetujuan mengenai jumlah anggaran tersebut masih harus menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan dan perlemen. Kementerian Keuangan diharapkan bisa menyelesaikan studi kelayakan pada bulan Agustus mendatang.

"Setelah parlemen menyetujui permohonan anggaran, kami akan bisa mempercepat penyampaian rencana dengan lebih rinci," ungkap DAPA.

Rencana pembuatan kapal induk ini telah disampaikan cukup lama oleh DAPA. Sayangnya banyak kritikus hingga anggota parlemen yang mempertanyakan kegunaan serta efektivitas biaya proyeknya yang besar.

Meskipun demikian, pada bulan Desember lalu pihak militer Korea Selatan telah memberikan lampu hijau kepada DAPA untuk melanjutkan rencana tersebut.

DAPA mengatakan bahwa pembuatan kapal induk ditujukan untuk bersiap menghadapi berbagai ancaman keaman dan mencegah provokasi kawasan perairan sekitar Korea Selatan yang rawan konflik.

Bukan cuma kapal induk, Komite Promosi Proyek Pertahanan juga menyetujui rencana proyek peningkatan kemampuan radar mobile TPQ-36/37 serta mengembangkan sistem tempur baru buatan dalam negeri untuk kapal perusak KDX-II.

Selanjutnya: Demi hadapi China di Kepulauan Spratly, Vietnam perkuat sistem pertahanan




TERBARU

[X]
×