kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.130   43,00   0,24%
  • IDX 5.949   25,02   0,42%
  • KOMPAS100 772   1,02   0,13%
  • LQ45 590   0,68   0,12%
  • ISSI 205   1,40   0,69%
  • IDX30 334   0,40   0,12%
  • IDXHIDIV20 414   0,97   0,23%
  • IDX80 88   0,20   0,23%
  • IDXV30 113   0,34   0,30%
  • IDXQ30 107   -0,11   -0,10%

Departemen Luar Negeri AS Setujui Penjualan Rudal Canggih ke Arab Saudi


Sabtu, 03 Mei 2025 / 06:13 WIB
ILUSTRASI. Pentagon menyebut, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) AS menyetujui kemungkinan penjualan persenjataan militer ke Arab Saudi berupa Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120C-8 dan dukungan terkait senilai US$ 3,5 miliar.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Arab Saudi terus memperkuat persenjataan militernya. Terbaru, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) AS menyetujui kemungkinan penjualan persenjataan militer ke Arab Saudi berupa Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120C-8 dan dukungan terkait senilai US$ 3,5 miliar.

Persetujuan penjualan persenjataan ke Arab Saudi ini diungkap Pentagon atau Departemen Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan pada Jumat (2/5), seperti dilansir Reuters.

AS siap menawarkan paket senjata senilai lebih dari US$ 100 miliar kepada Arab Saudi selama kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Saudi pada bulan Mei ini.

Kerajaan Arab Saudi meminta 1.000 Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih (AMRAAM), 50 bagian pemandu AMRAAM dan peralatan lainnya termasuk suku cadang, wadah rudal, dan suku cadang, serta layanan dukungan logistik.

Baca Juga: Presiden Trump Berencana Kunjungi Arab Saudi di Pertengahan Mei 2025

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon memberi tahu Kongres AS tentang kemungkinan penjualan persenjataan ini pada Jumat (2/5).

Meskipun disetujui Departemen Luar Negeri, pemberitahuan tersebut tidak menunjukkan bahwa kontrak telah ditandatangani atau negosiasi telah selesai. Kontraktor utama adalah RTX Corp, menurut Pentagon.




TERBARU

[X]
×