kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Departemen Luar Negeri AS Setujui Penjualan Rudal Canggih ke Arab Saudi


Sabtu, 03 Mei 2025 / 06:13 WIB
ILUSTRASI. Pentagon menyebut, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) AS menyetujui kemungkinan penjualan persenjataan militer ke Arab Saudi berupa Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120C-8 dan dukungan terkait senilai US$ 3,5 miliar.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Arab Saudi terus memperkuat persenjataan militernya. Terbaru, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) AS menyetujui kemungkinan penjualan persenjataan militer ke Arab Saudi berupa Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120C-8 dan dukungan terkait senilai US$ 3,5 miliar.

Persetujuan penjualan persenjataan ke Arab Saudi ini diungkap Pentagon atau Departemen Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan pada Jumat (2/5), seperti dilansir Reuters.

AS siap menawarkan paket senjata senilai lebih dari US$ 100 miliar kepada Arab Saudi selama kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Saudi pada bulan Mei ini.

Kerajaan Arab Saudi meminta 1.000 Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih (AMRAAM), 50 bagian pemandu AMRAAM dan peralatan lainnya termasuk suku cadang, wadah rudal, dan suku cadang, serta layanan dukungan logistik.

Baca Juga: Presiden Trump Berencana Kunjungi Arab Saudi di Pertengahan Mei 2025

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon memberi tahu Kongres AS tentang kemungkinan penjualan persenjataan ini pada Jumat (2/5).

Meskipun disetujui Departemen Luar Negeri, pemberitahuan tersebut tidak menunjukkan bahwa kontrak telah ditandatangani atau negosiasi telah selesai. Kontraktor utama adalah RTX Corp, menurut Pentagon.




TERBARU

[X]
×