kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Dewan Perdamaian Trump: China Terima Undangan, Akankah Bergabung?


Selasa, 20 Januari 2026 / 15:37 WIB
Dewan Perdamaian Trump: China Terima Undangan, Akankah Bergabung?
ILUSTRASI. China telah menerima undangan bergabung dengan Dewan Perdamaian inisiatif Trump.(DW.com/DW.com)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mengkonfirmasi bahwa mereka telah diminta untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump, sebuah undangan yang telah diberikan Washington kepada puluhan negara dalam upayanya untuk meluncurkan inisiatif global yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik.

Namun Beijing, yang baru-baru ini mencapai gencatan senjata perdagangan yang rumit dengan Washington, tidak mengatakan apakah mereka akan menerima atau menolak undangan tersebut.

Mengutip Reuters, Selasa 20/1/2026), pemerintah dari seluruh dunia sejauh ini bereaksi hati-hati terhadap undangan Trump untuk bergabung dengan inisiatif tersebut, yang menurut para diplomat dapat melemahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga: China Akan Luncurkan Strategi Baru untuk Mendorong Konsumsi Lima Tahun ke Depan

Inisiatif ini akan dimulai dengan menangani konflik Gaza dan kemudian diperluas untuk menangani situasi lain. Dewan inisiatif akan diketuai seumur hidup oleh Trump. Negara-negara anggota akan dibatasi masa jabatannya selama tiga tahun, kecuali mereka membayar masing-masing US$ 1 miliar.

"Pihak China telah menerima undangan dari AS," kata Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, pada konferensi pers reguler.

Ia menolak berkomentar ketika ditanya apakah China akan menerima undangan tersebut.

Ketika ditanya bagaimana China akan mengevaluasi kepresidenan Trump dalam setahun terakhir, terutama mengingat sikapnya terhadap Venezuela dan ancaman untuk mencaplok Greenland, juru bicara tersebut menahan diri untuk tidak memberikan penilaian.

Baca Juga: Bank Sentral China (PBOC) Tahan Suku Bunga Acuan untuk Kedelapan Kalinya

"Selama setahun terakhir, hubungan China-AS telah mengalami pasang surut, tetapi secara keseluruhan telah mencapai stabilitas dinamis," kata Guo, menjelaskan bahwa variabilitas sesekali dalam hubungan mereka dapat diharapkan.

"China bersedia bekerja sama dengan AS untuk lebih menstabilkan hubungan sambil melindungi kepentingannya sendiri," imbuh Guo.

Selanjutnya: Dorong Kinerja Laba, Jasindo akan Optimalkan Strategi Pertumbuhan Organik pada 2026

Menarik Dibaca: Kiat Orangtua Menyesuaikan Konten YouTube Yang Baik untuk Anak Remaja




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×