kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Di China, penjualan album musik Taylor Swift terbaru lebih tinggi dibanding AS


Jumat, 30 Agustus 2019 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Taylor Swift


Sumber: Bloomberg | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyanyi dan penulis lagu asal Amerika, Taylor Swift mungkin lebih populer di China daripada di Amerika Serikat (AS). Hal ini terlihat pada penjualan album musik terbarunya di minggu pertama setelah rilis.

Universal Music Group mengatakan, album ketujuh yang ber-title "Lover," dari bintang pop berusia 29 tahun itu terjual 1 juta di China. Sementara, penjualan di AS diperkirakan akan mencapai 850.000 pada periode yang sama tersebut.

Swift telah menjadi salah satu musisi Barat paling populer di China, bahkan beberapa perusahaan internet terbesar bertaruh pada layanan streaming untuk memikat pengguna. 

Baca Juga: Blackpink dan BTS bersaing di nominasi kategori baru MTV VMAs 2019

Raksasa media sosial China, Tencent Holdings Ltd., misalnya, telah bernegosiasi untuk membeli 10% Universal dari Vivendi SA untuk membantunya memasuki pasar Asia yang tumbuh cepat.

Dirilis pada 23 Agustus, "Lover" telah menjadi album full-length internasional paling banyak didengarkan di China tahun ini. Dua album Swift sebelumnya, "1989" dan "Reputation," keduanya telah lebih dari 1 juta copy dikonsumsi di China.

James Murtagh-Hopkins, juru bicara Universal masih menunggu laporan penjualan album "Love" di AS. Album ini juga diklaim menjadi penjualan terbesar di AS tahun ini. Menurut Billboard pada 27 Agustus telah terjual sekitar 750.000.

Baca Juga: Tencent akan akuisisi 20% saham label musik Universal Music Group




TERBARU

[X]
×