kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Dolar AS Stabil di Titik Terendah 10 Hari, Investor Wait and See Damai AS-Iran


Selasa, 16 Juni 2026 / 17:02 WIB
Dolar AS Stabil di Titik Terendah 10 Hari, Investor Wait and See Damai AS-Iran
ILUSTRASI. Nilai Tukar Terlemah Sepanjang Sejarah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Nilai tukar dolar Amerika Serikat bergerak stabil di dekat posisi terendah 10 hari pada perdagangan awal pekan. Ini seiring meningkatnya selera risiko investor setelah muncul kabar kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, pelaku pasar masih bersikap hati-hati karena detail dan keberlanjutan kesepakatan tersebut belum sepenuhnya jelas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyebut bahwa kesepakatan awal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah telah ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Iran. Namun, sejumlah keraguan masih membayangi pasar, terutama terkait implementasi dan stabilitas kesepakatan, termasuk pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang dapat memakan waktu berminggu-minggu untuk kembali normal.

Baca Juga: Tata Motors Pasang Target Pangsa Pasar Mencapai 20%, Siap Dominasi India!

Di tengah perkembangan geopolitik tersebut, perhatian investor juga tertuju pada rangkaian keputusan bank sentral global yang berlangsung pekan ini. Salah satunya adalah keputusan Bank of Japan yang menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun, sesuai ekspektasi pasar, sebagai upaya meredam tekanan inflasi yang masih muncul akibat ketidakpastian global.

Meski kenaikan suku bunga telah diperkirakan sebelumnya, suara dalam dewan kebijakan yang berakhir dengan voting 7-1 menjadi sorotan pasar karena mencerminkan masih adanya perbedaan pandangan mengenai waktu pengetatan berikutnya. Wakil Gubernur Bank of Japan Shinichi Uchida menegaskan bahwa bank sentral akan terus memantau perkembangan ekonomi, inflasi, dan risiko geopolitik, khususnya di Timur Tengah.

“Kami akan melihat perkembangan ekonomi, harga, dan kondisi keuangan, terutama terkait situasi Timur Tengah. Kami juga akan memastikan inflasi bergerak sesuai proyeksi dan tidak tertinggal dari kurva,” ujarnya.

Komentar tersebut dinilai sejumlah analis cenderung hawkish, menandakan Bank of Japan masih membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan apabila inflasi terus mendekati target 2%.

Di pasar valuta asing, yen Jepang bergerak stabil di kisaran 160,26 per dolar AS, mendekati level psikologis 160 yang sebelumnya menjadi perhatian pelaku pasar karena memicu kekhawatiran intervensi otoritas Jepang untuk menahan pelemahan mata uang.

Sementara itu, indeks dolar AS tercatat stabil di level 99,62, mencerminkan sikap wait and see investor terhadap arah kebijakan moneter global. Euro naik tipis ke 1,16 dolar AS, sementara poundsterling bertahan di 1,3418 dolar AS.

Di kawasan lain, Reserve Bank of Australia memutuskan untuk menahan suku bunga setelah tiga kali kenaikan berturut-turut, meski inflasi di negara tersebut masih berada pada level tinggi. Dolar Australia melemah tipis 0,1% ke level 0,706 dolar AS.

Dalam waktu dekat, pasar juga menantikan keputusan suku bunga dari Bank of England dan Federal Reserve, yang diperkirakan akan kembali menjadi penentu arah sentimen global.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Saham SpaceX Berpotensi Melesat Melewati Amazon.com

Meski kabar kesepakatan damai Iran–AS sempat mendorong optimisme pasar, sejumlah analis menilai respons pasar masih terbatas karena ketidakpastian implementasi masih tinggi. Mereka juga memperingatkan bahwa normalisasi kembali jalur perdagangan, khususnya di Selat Hormuz, akan menjadi kunci stabilitas harga energi dan inflasi global ke depan.




TERBARU

[X]
×