kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Raksasa Migas AS ConocoPhillips Kembali ke Suriah Pasca-Assad Tumbang


Selasa, 16 Juni 2026 / 17:16 WIB
Raksasa Migas AS ConocoPhillips Kembali ke Suriah Pasca-Assad Tumbang
ILUSTRASI. ConocoPhillips akan menandatangani kontrak dengan pemerintah baru Suriah untuk menghidupkan kembali produksi gas (REUTERS/TORU HANAI)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Produsen minyak dan gas Amerika Serikat (AS) ConocoPhillips akan menandatangani kontrak dengan pemerintah baru Suriah untuk menghidupkan kembali produksi gas. Financial Times melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, kesepakatan potensial ini kemungkinan akan ditandatangani minggu ini.

Berdasarkan perjanjian dengan perusahaan minyak milik negara, Syrian Petroleum Company, ConocoPhillips dan Novaterra Energy akan mengembangkan ladang gas yang ada dan mengeksplorasi cadangan baru. Kesepakatan didasarkan pada nota kesepahaman yang ditandatangani pada November.

Reuters melaporkan, perusahaan minyak besar Prancis, TotalEnergies, QatarEnergy, dan ConocoPhillips, menandatangani kesepakatan dengan Syrian Petroleum Company pada Mei untuk memulai tinjauan teknis area Blok 3 lepas pantai dekat Latakia.

Baca Juga: Dolar AS Stabil di Titik Terendah 10 Hari, Investor Wait and See Damai AS-Iran

MoU tersebut menetapkan kerangka kerja untuk membahas eksplorasi komersial. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah Suriah yang lebih luas untuk menarik investasi asing ke sektor energi negara tersebut, yang telah terpuruk akibat perang saudara dan sanksi selama bertahun-tahun.

Minat di kalangan perusahaan energi besar terhadap proyek-proyek baru di Suriah telah meningkat sejak penggulingan Bashar al-Assad pada akhir 2024.

Reuters menyebut ConocoPhillips menolak berkomentar.




TERBARU

[X]
×