kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Pemerintah Inggris Tolak Proposal Penyelamatan Thames Water Senilai £10 Miliar


Selasa, 16 Juni 2026 / 17:57 WIB
Pemerintah Inggris Tolak Proposal Penyelamatan Thames Water Senilai £10 Miliar
ILUSTRASI. Pemerintah Inggris menolak proposal penyelamatan Thames Water senilai £10 miliar (REUTERS/STEFAN WERMUTH)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Penyelamatan perusahaan air minum swasta terbesar di Inggris, Thames Water, masih belum jelas. Pemerintah Inggris menolak proposal penyelamatan senilai £10 miliar, sekitar Rp 237,70 triliun, dari para kreditur pada Selasa (16/6/2026).

Menurut pemberitaan Reuters, Pemerintah Inggris mengatakan siap untuk hasil apa pun. Dengan demikian, potensi pemasok air terbesar di Inggris ini dinasionalisasi makin besar.

Keputusan pemerintah Inggris tersebut memang masih bersifat sementara. Tetapi keputusan ini dapat memengaruhi regulator air Inggris, Ofwat. Lembaga ini akan menentukan keputusan akhir apakah akan menerima proposal tersebut atau tidak.

Baca Juga: Raksasa Migas AS ConocoPhillips Kembali ke Suriah Pasca-Assad Tumbang

Keputusan akhir dari Ofwat diharapkan tercapai dalam beberapa bulan mendatang, sebelum Thames Water kehabisan uang di akhir tahun.

Proposal tersebut adalah satu-satunya tawaran yang ada untuk Thames Water, yang telah berjuang menghindari kebangkrutan finansial sejak 2023. Perusahaan utilitas ini menghadapi tumpukan utang £20 miliar, denda besar untuk pencemaran limbah, dan pipa serta pompa yang belum pernah diperbarui sejak era Victoria.

Menteri Lingkungan Hidup Inggris Emma Reynolds mengatakan dia tidak yakin proposal saat ini cukup baik untuk konsumen atau lingkungan. Ini setelah bertahun-tahun pencemaran limbah dan kenaikan tagihan mengakibatkan reaksi negatif dari publik untuk Thames Water.

Baca Juga: Tata Motors Pasang Target Pangsa Pasar Mencapai 20%, Siap Dominasi India!

"Kami siap untuk hasil apa pun," kata Reynolds, dikutip Reuters, Selasa (16/6/2026).

Pemerintah Inggris sebelumnya menyatakan lebih memilih solusi berbasis pasar untuk mencegah Thames Water berakhir di bawah special administration regime (SAR). Ini adalah skema bentuk kepemilikan publik sementara.

Tapi SAR dapat menjadi masalah bagi pemerintah, kendati akan menjaga pasokan air bagi 16 juta pelanggan Thames Water. Utang Thames Water dapat menambah beban neraca sektor publik yang sudah tertekan.

Paket penyelamatan Thames Water, yang diusulkan oleh sekelompok kreditur senior, termasuk Invesco, Elliott Management, dan Silver Point Capital, saat ini sedang ditinjau oleh Ofwat.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Saham SpaceX Berpotensi Melesat Melewati Amazon.com

Di sektor air swasta Inggris, Thames Water telah menjadi simbol kegagalan, disalahkan karena mencemari sungai, setelah pemilik sebelumnya membebani perusahaan dengan utang dan membayar dividen bagi diri mereka sendiri.

Ofwat saat ini masih mempertimbangkan rencana penyelamatan. Regulator layanan air bersih ini harus menyeimbangkan antara meminta pertanggungjawaban Thames Water di satu sisi, serta mengenakan denda atas pencemaran lingkungan di sisi lain. Tahun lalu, Thames Water menerima denda rekor sebesar £ 123 juta.

Berdasarkan rencana kreditur yang sedang dibahas, £3,35 miliar uang tunai baru akan disuntikkan ke Thames Water, bersamaan dengan fasilitas utang baru sebesar £6,55 miliar. Sementara £9,4 miliar utang akan dihapuskan.




TERBARU

[X]
×