Di Tengah Invasi Rusia, Ukraina Tegaskan Identitas Melalui Hari Kenegaraan 28 Juli

Kamis, 28 Juli 2022 | 18:27 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Di Tengah Invasi Rusia, Ukraina Tegaskan Identitas Melalui Hari Kenegaraan 28 Juli

ILUSTRASI. Seorang warga membawa bendera Ukraina saat demonstrasi anti perang 'Hentikan Perang. Perdamaian dan Solidaritas untuk warga di Ukraina' memprotes invasi Rusia ke Ukraina, di samping Brandenburg Gate di Berlin, Jerman, Minggu (13/3/2022).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ukraina menegaskan identitas mereka sebagai sebuah bangsa dan negara yang merdeka dan berdaulat melalui Hari Kenegaraan setiap 28 Juli sebagai seruan nyata tidak akan menyerah dari upaya penjajahan bangsa Rusia. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam laman resmi Kantor Kepresidenan menyatakan perayaan Hari Kenegaraan Ukraina pada 28 Juli yang ditetapkan sebagai hari libur nasional mulai tahun ini ditetapkan di tengah perang brutal mempertahankan kemerdekaan.

“Hari Kenegaraan Ukraina menegaskan hubungan orang Ukraina yang hidup saat ini dengan banyak generasi rakyat Ukraina. Bagaimana membangun negara Ukraina, budaya, identitas dan karakter Ukraina yang telah berusia lebih dari seribu tahun,” tuturnya.

Penetapan Hari Kenegaraan Ukraina pada 28 Juli tahun ini dilaksanakan setelah delapan tahun perang di wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina Timur yang dijajah Rusia sejak pertengahan April 2014. Dunia mengecam upaya penjajahan yang diperintahkan rezim Vladimir Putin.

Tekanan itu semakin memburuk ketika Rusia menjalankan agresi yang lebih keras pada Februari tahun ini. Upaya keras mempertahankan kemerdekaan Ukraina dengan gagah berani berujung pada krisis yang lebih luas.   

Baca Juga: Investor Veteran Jim Rogers Prediksi Kehancuran Pasar Terburuk, Ini 10 Nasihatnya

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak akan membiarkan satu jengkal pun bagian Ukraina diambil alih. Begitu pula upaya mempertahankan nilai-nilai sejarah dan budaya Ukraina dari tekanan Nazisme.

Penindasan Rusia terhadap bangsa Ukraina telah berlangsung lama. Tidak saja melalui pertumpahan darah yang memakan banyak korban jiwa, penjajahan bangsa Rusia terhadap bangsa Ukraina dilakukan melalui represi di segala lini kehidupan.

Terhadap agama, Partai Komunis Uni Soviet melakukan penindasan pada tahun 1922 untuk mendegradasi nilai-nilai kemuliaan agama agar tergantikan oleh ideologi marxisme-leninisme atau Stalinisme.

Sementara di bidang kehidupan, pelanggaran HAM paling dahsyat adalah Holodomor, artinya kelaparan yang sengaja diciptakan oleh Rezim Moskow pada tahun 1932-1933 dengan tujuan meredam gerakan nasionalis di Ukraina. Tidak kurang tiga juta orang mati karena kelaparan.

Tidak cukup menindas keyakinan dan perut bangsa Ukraina, rezim bangsa Rusia sejak lama menindas budaya masyarakat. Hal ini dimulai sejak tahun 1720 ketika Tsar Peter I mengeluarkan dekrit yang melarang penerbitan dalam bahasa Ukraina. 

Tidak itu saja, Tsar Peter I bahkan memerintahkan untuk dilakukan penyitaan semua buku gereja Ukraina yang tidak berbahasa Rusia. Tata cara peribadatan gereja pun dipaksa untuk menggunakan Bahasa Rusia.

Baca Juga: Rusia Pangkas Pasokan Gas ke Jerman, Harga Gas Langsung Mendidih

Tekanan terhadap Bahasa semakin keras di tahun 1847 ketika karya-karya sastra Ukraina seperti Shevchenko, Kostomarov, Kulish, dan sebagainya, dilarang oleh Rusia, pembantaian budayawan Ukraina tahun 1930-an dan puncaknya ketika Konferensi Tashkent tahun 1979 memutuskan bahasa Rusia adalah bahasa seluruh wilayah Uni Soviet.

Penindasan selama beberapa dekade adalah upaya Rusia yang telah mencoba untuk membentuk sejarah Ukraina versi mereka dan menyangkal hak rakyat Ukraina untuk memiliki identitas mereka sendiri.

Faktanya, lebih dari 100 tahun yang lalu, sejarawan Ukraina terkemuka Mykhailo Hrushevsky dalam karyanya "Sejarah Ukraina-Rus" secara ilmiah membuktikan bahwa sejarah kenegaraan Ukraina dimulai dengan Rus kuno.

Hari Kenegaraan Ukraina adalah perayaan identitas, persatuan, dan tekad bangsa Ukraina untuk memenangkan perang ini dan membangun kembali Ukraina menjadi negara di Eropa yang sukses dan modern.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru