kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Di tengah ketegangan, Taiwan kirim ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada China


Selasa, 09 Februari 2021 / 15:36 WIB
ILUSTRASI. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada China.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada China pada Selasa (9/2). Tapi, dia tidak akan menyerah pada tekanan Beijing dan mengulangi seruan agar melanjutkan dialog.

China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, telah meningkatkan aktivitas militernya di sekitar pulau itu dalam beberapa bulan terakhir, menanggapi apa yang Beijing sebut sebagai "kolusi" antara Taipei dan Washington.

Berbicara setelah pertemuan dengan pejabat keamanan senior, Tsai mengatakan, Taiwan melakukan kontak dekat dengan "negara-negara terkait" tentang situasi di Selat Taiwan, yang memisahkan pulau itu dengan China.

Hanya, menurut dia, pesawat militer dan kapal perang China yang beroperasi di sekitar Taiwan tidak kondusif untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: China bakal marah, 2 kapal induk AS gelar latihan di Laut China Selatan

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa posisi konsisten Taiwan dalam hubungan lintas selat bukanlah untuk menyerah pada tekanan atau bergerak terburu-buru ketika kami mendapat dukungan," tegas Tsai, seperti dikutip Reuters.

Kuncinya ada di tangan China

Taiwan menginginkan "pembicaraan yang bermakna" dengan China atas dasar kesetaraan dan saling menghormati, selama Beijing ingin meredakan ketegangan, dia menambahkan.

"Perdamaian lintas selat bukanlah masalah sepihak bagi Taiwan. Kuncinya ada di tangan China. Pengalaman sejarah telah membuktikan, serangan verbal dan ancaman militer terhadap Taiwan tidak akan membantu hubungan lintas selat," ujarnya.

Baca Juga: Mengkhawatirkan! AS-China menuju perang besar terkait Taiwan




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×