kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Diancam Presiden Donald Trump, Iran balas menggertak, ini ancamannya


Rabu, 16 September 2020 / 06:35 WIB
ILUSTRASI. Diancam Presiden Donald Trump, Iran balas menggertak, ini ancamannya. REUTERS/ Patrick T. Fallon TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Teheran. Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak macam-macam dengan negara di Timur Tengah tersebut. Iran siap memberikan balasan setimpal jika Amerika Serikat melakukan tindakan militer terhadap keamanan Iran.

Peringatan itu disuarakan Ali Rabiei, juru bicara Teheran dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi setempat. Iran melontarkan peringatan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ancaman, menyusul kabar adanya rencana pembunuhan duta besarnya di Afrika Selatan. "Kami berharap mereka tidak melakukan kesalahan strategis lain. Karena jika mereka melakukannya, mereka akan melihat balasan tegas Iran," ujar Rabiei.

Dia merespons pernyataan Trump pada Senin (14/9/2020), di mana AS bakal bakal membalas "1.000 kali lebih kuat" serangan yang dilancarkan Teheran. Dilansir AFP Selasa (15/9/2020), ucapannya menyikapi laporan bahwa Duta Besar AS untuk Afrika Selatan, Lana Marks, bakal dibunuh.

Dalam laporan media AS, dengan mengutip sumber, menyebutkan Teheran berencana melenyapkan Marks jelang Pilpres pada 3 November mendatang. "Berdasarkan laporan pers, mereka berniat menyerang AS sebagai balasan atas kematian Qasem Soleimani," ujar Trump dalam kicauannya.

Baca juga: Inilah 11 buah-buahan penurun berat badan, pas dikonsumsi jika sedang diet karbo

"Setiap serangan Iran, dalam bentuk apa pun, terhadap AS bakal dibalas 1.000 kali lebih kuat," jelas presiden Donald Trump.

Rabiei menyesalkan, mengapa sekelas presiden negara yang bertindak sebagai polisi dunia bisa membuat klaim yang tergesa-gesa dan didasarkan bukti lemah. Dia kemudian memperingatkan setiap ancaman yang dilontarkan terhadap negaranya hanya akan mengganggu perdamaian Timur Tengah dan dunia.

Rabiei lalu menyarankan kepada Trump untuk berhenti "dan menarik diri dari segala petualangan negatifnya" demi terpilih lagi.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×