kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Diprotes kiri-kanan, Trump batalkan kebijakan 'pengusiran' mahasiswa asing


Rabu, 15 Juli 2020 / 06:14 WIB
ILUSTRASI. Harvard University mengajukan tuntutan hukum agar pemerintah AS membatalkan kebijakannya yang kontroversial terkait mahasiswa asing. Sumber foto : harvard.edu


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON.  Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan membatalkan kebijakannya yang kontroversial terkait mahasiswa asing. Melansir Reuters, pemerintahan Trump pada hari Selasa membatalkan kebijakan yang akan memaksa puluhan ribu siswa asing untuk hengkang dari Amerika. Langkah ini dilakukan menyusul adanya kecaman luas terhadap kebijakan tersebut dan tekanan dari perguruan tinggi dan pebisnis besar.

Seperti yang diketahui, pejabat AS pada minggu lalu mengumumkan bahwa siswa internasional di sekolah yang melakukan kelas secara online seiring pandemi virus corona harus segera meninggalkan negara itu jika mereka tidak dapat pindah ke kelas tatap muka.

Namun, pada Selasa (14/7/2020), Pemerintah AS mengatakan akan membatalkan rencana itu di tengah tantangan hukum yang dibawa oleh universitas. Tetapi seorang pejabat senior Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengatakan bahwa pemerintah masih bermaksud mengeluarkan peraturan dalam beberapa minggu mendatang yang membahas apakah siswa asing dapat tetap di Amerika Serikat jika kelas mereka berjalan secara online.

Baca Juga: Trump usir mahasiswa asing, KBRI Washington: Mahasiswa Indonesia di AS harap tenang

Ada lebih dari satu juta siswa asing di perguruan tinggi dan universitas AS, dan banyak sekolah bergantung pada pendapatan dari siswa asing, yang sering membayar uang sekolah penuh.

Langkah 6 Juli yang diambil oleh pemerintah AS membuat banyak universitas dan perguruan tinggi khawatir. Mereka berusaha menyeimbangkan kekhawatiran tentang meningkatnya kasus virus corona baru di banyak negara bagian AS dan keinginan untuk kembali ke kelas.

Baca Juga: Trump mau 'deportasi' mahasiswa asing, universitas AS bingung tujuh keliling

Sejumlah tuntutan hukum diajukan menantang aturan pemerintah termasuk yang diajukan oleh Universitas Harvard, Massachusetts Institute of Technology, dan koalisi pemerintah negara bagian. Tak hanya itu, lusinan perusahaan besar, perguruan tinggi, dan universitas mengajukan briefing "teman pengadilan" yang menentang aturan itu.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×