kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Dirjen Kemenkes Malaysia: Vaksin Covid-19 tidak perlu halal


Kamis, 10 Desember 2020 / 05:02 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah menegaskan, kehadiran vaksin Covid-19 yang sangat dinanti-nantikan tidak perlu halal agar dapat diberikan di Malaysia. REUTERS/Lim Huey Teng


Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Kalaupun ada bahan yang tidak boleh, proses transformasi kimiawi akan membuatnya bersih dan halal," kata Mufti Perlis Mohd Asri Zainul Abidin dalam postingan Facebook usai menghadiri rapat komite Muzakarah pekan lalu.

Malaysia mencatat 959 kasus baru pada Rabu (9 Desember) dengan lima kematian. Ini membuat penghitungan kasus yang dikonfirmasi menjadi 76.265, sementara kematian mencapai 393.

Masalah halal di Malaysia bisa menjadi masalah yang sensitif, dan terkadang dapat meningkatkan ketegangan rasial.

Baca Juga: Bio Farma belum pastikan vaksin Covid-19 Sinovac aman untuk lansia 60 tahun ke atas

Sementara Muslim diwajibkan untuk memastikan makanan yang mereka konsumsi adalah halal, kasus sertifikat palsu atau proses produksi yang tidak higienis sering menjadi berita utama di Malaysia.

Industri halal Malaysia menyumbang 7,8% dari produk domestik bruto negara itu.

Selanjutnya: Amnesty: Negara kaya amankan vaksin corona hampir 3 kali lipat dari populasi mereka




TERBARU

[X]
×