kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Dituding Terlibat Kartel Narkoba, AS Naikkan Hadiah Penangkapan Maduro


Jumat, 08 Agustus 2025 / 21:44 WIB
Dituding Terlibat Kartel Narkoba, AS Naikkan Hadiah Penangkapan Maduro
Pemerintah AS menggandakan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro menjadi US$ 50 juta.


Sumber: BBC | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggandakan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro menjadi US$ 50 juta. Washington menuduh Maduro sebagai salah satu pengedar narkoba terbesar di dunia.

Jaksa Agung AS, Pam Bondi, pada Kamis mengumumkan kenaikan hadiah dari sebelumnya US$ 25 juta. 

Ia menuding Maduro terlibat langsung dalam operasi penyelundupan narkoba dan berkoordinasi dengan kelompok kriminal, termasuk geng Venezuela Tren de Aragua yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintahan Trump, serta Kartel Sinaloa yang berbasis di Meksiko. 

Baca Juga: AS Gandakan Hadiah Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Menjadi US$50 Juta

Bondi mengklaim Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) telah menyita 30 ton kokain yang terkait dengan Maduro dan rekan-rekannya, dengan hampir tujuh ton di antaranya dikaitkan langsung dengan Maduro.

Maduro membantah tuduhan tersebut. Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, menyebut tawaran hadiah baru itu “menyedihkan” dan menilainya sebagai “propaganda politik”. 

Gil menuding Bondi berupaya mengalihkan perhatian publik dari sorotan media atas penanganan kasus pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Ketegangan antara AS dan Venezuela bukan hal baru. Pada masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, pemerintahan AS mendakwa Maduro dan sejumlah pejabat tinggi Venezuela dengan tuduhan narkoterorisme, korupsi, dan perdagangan narkoba. 

Baca Juga: Trump Ancam Tarif, Meksiko Balas dengan Ekstradisi 29 Bos Kartel Narkoba

Departemen Kehakiman AS menuduh Maduro bekerja sama dengan kelompok pemberontak Kolombia, FARC, untuk “menggunakan kokain sebagai senjata” dalam membanjiri pasar narkoba AS.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×