Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - TORONTO. Dolar Kanada diperkirakan akan bergerak stabil dalam beberapa bulan ke depan sebelum mencatat penguatan moderat dalam waktu satu tahun.
Prospek tersebut didukung oleh mulai pulihnya kondisi ekonomi domestik Kanada, menurut hasil jajak pendapat Reuters terhadap para analis pasar valuta asing.
Survei Reuters yang dilakukan pada 31 Juli hingga 5 Agustus terhadap 34 analis valuta asing menunjukkan, proyeksi median memperkirakan dolar Kanada akan berada di kisaran 1,40 dolar Kanada per dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 71,43 sen AS dalam tiga bulan mendatang.
Angka tersebut tidak berubah dibandingkan proyeksi dalam survei bulan sebelumnya.
Sementara itu, dalam jangka waktu 12 bulan, mata uang Kanada diperkirakan menguat sekitar 2,6% menjadi 1,366 dolar Kanada per dolar AS, sedikit lebih lemah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang memperkirakan penguatan hingga 1,36.
Sarah Ying, Kepala Strategi Valuta Asing di CIBC Capital Markets, mengatakan pergerakan pasangan mata uang dolar AS terhadap dolar Kanada (USD/CAD) kemungkinan masih akan terbatas dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga: Kongo Larang Ekspor Konsentrat Tembaga dan Kobalt, Dorong Hilirisasi Tambang
"Kami memperkirakan USD/CAD akan tetap bergerak dalam kisaran yang sempit karena aktivitas perdagangan selama bulan-bulan musim panas biasanya cenderung melambat. Selain itu, banyak katalis utama yang sebelumnya mendorong pergerakan pasar mata uang kini telah mereda," ujar Ying.
Menurut Ying, sejumlah faktor yang sebelumnya menggerakkan pasar valuta asing mulai kehilangan pengaruh. Faktor-faktor tersebut meliputi antusiasme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), sensitivitas pasar terhadap perang di Timur Tengah, serta kebijakan tarif Amerika Serikat.
Di sisi lain, selisih kinerja ekonomi antara Kanada dan Amerika Serikat juga mulai menyempit sehingga turut menopang nilai tukar dolar Kanada.
Perekonomian Kanada tercatat tumbuh 3,4% pada kuartal II, menjadi pertumbuhan triwulanan terbaik dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Sentimen Pasar Masih Berhati-hati
Meski prospek ekonomi membaik, pelaku pasar masih menunjukkan sikap hati-hati terhadap dolar Kanada.
Data menunjukkan para spekulan meningkatkan posisi jual (short position) terhadap dolar Kanada hingga menjadi yang terbesar di antara mata uang utama dunia. Sebagian besar peningkatan posisi tersebut terjadi menjelang keputusan Amerika Serikat bulan lalu yang memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap berbagai produk asal Kanada.
Howard Du, ahli strategi mata uang di TD Securities, mengatakan perbedaan arah kebijakan suku bunga kini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan dolar Kanada.
Baca Juga: AS Kembalikan US$100 Miliar Tarif Impor yang Dibatalkan Mahkamah Agung
"Saat ini pasar masih memperkirakan Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga, kemungkinan pada pertemuan September mendatang. Sementara itu, Bank of Canada masih memiliki ruang untuk bersikap lebih sabar," kata Du.
Pasar Perkirakan Bank Sentral Kanada Tetap Tahan Suku Bunga
Pelaku pasar memperkirakan Bank of Canada (BoC) akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25% dalam beberapa bulan mendatang.
Namun, berdasarkan data pasar swap, investor telah memperhitungkan kemungkinan hampir tiga kali kenaikan suku bunga hingga akhir 2027, seiring ekspektasi bahwa inflasi dan aktivitas ekonomi akan terus membaik.
Dengan kombinasi pemulihan ekonomi domestik, stabilisasi berbagai faktor eksternal, serta prospek kebijakan moneter yang masih hati-hati, dolar Kanada diperkirakan tetap bergerak stabil dalam jangka pendek sebelum berpotensi menguat secara bertahap dalam satu tahun ke depan.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
