Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai dolar AS turun ke level terendah dalam sebulan, sementara euro, yen, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru melonjak tajam di perdagangan Asia pada Rabu (8/4/2026), setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.
Melansir Reuters, Yen menguat 0,7% terhadap dolar menjadi 158,50 per dolar. Euro naik 0,7% ke US$1,1677, sedangkan poundsterling menguat 0,8% menjadi US$1,3403.
Dolar Australia naik 1,2% ke US$0,7063, sementara dolar Selandia Baru melonjak 1,1% ke US$0,5795.
Baca Juga: Mengejutkan! Selat Hormuz Dibuka 2 Minggu Selama Gencatan Senjata AS-Iran
Sebelumnya, Trump sempat mengancam melakukan serangan luas terhadap infrastruktur sipil Iran, yang memicu kecaman internasional setelah ia memperingatkan bahwa “seluruh peradaban akan binasa malam ini” jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Namun, selera risiko investor cepat kembali setelah pengumuman gencatan senjata, kurang dari dua jam sebelum tenggat Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz berakhir.
“Jika Selat dibuka kembali, kita mungkin bisa mengonsolidasikan rally risiko yang kita lihat saat ini,” kata Ray Attrill, kepala strategi valuta asing di National Australia Bank, Sydney.
Meski demikian, ia menambahkan, “Masih banyak yang harus terjadi dalam 14 hari ke depan. Mata uang tetap rentan terhadap koreksi sementara. Pasar masih perlu bersikap skeptis.”
Baca Juga: Harga Tembaga Naik ke Level Tertinggi 3 Minggu Rabu (8/4), Gencatan Senjata AS-Iran
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, melemah untuk hari ketiga berturut-turut ke 98,943, level terendah sejak 11 Maret.
Di pasar kripto, bitcoin naik 3,2% menjadi US$71.514,03, sedangkan ether melonjak 5,7% ke US$2.235,35.













