Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar AS cenderung stabil pada perdagangan Rabu (1/4/2026), seiring meredanya permintaan aset safe haven setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perang dengan Iran berpotensi berakhir dalam beberapa pekan ke depan.
Melansir Reuters, indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, turun tipis 0,03% ke level 99,70.
Sementara itu, euro menguat 0,21% ke US$1,1576 dan yen Jepang naik 0,11% ke level 158,55 per dolar AS.
Baca Juga: Pertumbuhan Manufaktur Jepang Melambat pada Maret, Terimbas Perang Iran
Penguatan yen terjadi setelah mata uang tersebut sempat menyentuh level terlemah tahun ini di 160,46 per dolar, sebelum kembali menguat dan menembus level psikologis 160 yang sebelumnya memicu kekhawatiran intervensi otoritas Jepang.
Di sisi lain, poundsterling juga menguat 0,21% ke US$1,3247. Dolar sebelumnya mendapat dukungan dari statusnya sebagai aset aman sejak konflik Timur Tengah memanas pada akhir Februari.
Selain itu, posisi Amerika Serikat (AS) sebagai eksportir energi bersih membuatnya relatif lebih tahan terhadap gangguan pasokan minyak global.
Analis pasar keuangan Capital.com Kyle Rodda menilai, pergerakan pasar masih rentan berbalik arah.
“Meski sentimen sempat membaik, dampak fundamental dari konflik belum berubah signifikan sehingga pergerakan saat ini bisa bersifat sementara,” ujarnya.
Trump pada Selasa (31/3/2026) menyebut operasi militer AS terhadap Iran dapat berakhir dalam dua hingga tiga pekan.
Pernyataan tersebut mengikuti laporan sebelumnya bahwa Washington bersedia mengakhiri konflik meski Selat Hormuz masih belum sepenuhnya terbuka.
Namun, sinyal yang bertolak belakang masih membayangi pasar. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi penentu, dan konflik bisa meningkat jika Iran tidak mencapai kesepakatan.
Baca Juga: Naik Kelas! Saham Yunani Masuk Pasar Maju MSCI 2027
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data tenaga kerja AS pada Jumat (4/4). Ekonom memperkirakan penambahan sekitar 60.000 lapangan kerja pada Maret, setelah sebelumnya terjadi penurunan tak terduga sebesar 92.000 pada Februari.
Pelemahan tajam pasar tenaga kerja berpotensi menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, yang sebelumnya mereda akibat lonjakan harga minyak yang memicu tekanan inflasi.
Di kawasan Asia Pasifik, dolar Australia menguat 0,35% ke US$0,6924, sementara dolar Selandia Baru naik 0,19% ke US$0,5756.













