Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Saat ini, Euro dan poundsterling termasuk mata uang dengan nilai yang semakin menguat terhadap Dollar sepanjang bulan ini.
Selain itu, 11 dari 19 mata uang pasar berkembang yang dipantau oleh Oxford Economics juga tercatat menguat lebih dari 1 persen.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (28/1/2026), franc Swiss melonjak ke level tertinggi terhadap Dollar dalam lebih dari 10 tahun.
Sepanjang tahun ini, franc Swiss telah menguat 3 persen terhadap Dollar, setelah naik 14 persen sepanjang 2025.
Euro juga mencatatkan penguatan signifikan hingga mencapai level 1,20 Dollar AS.
Mata uang tunggal Eropa tersebut naik sekitar 2 persen dalam sepekan terakhir, yang menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak April lalu.
Sepanjang 2025, euro mencatatkan kinerja terbaiknya sejak 2017 dengan kenaikan sebesar 13 persen.
Respons Trump soal pelemahan dollar
Presiden Donald Trump diketahui terus melancarkan tekanan agar suku bunga diturunkan lebih cepat dan diperkirakan akan menunjuk sosok yang lebih sejalan dengan pandangannya untuk memimpin bank sentral dalam beberapa bulan ke depan.
Jika suku bunga benar-benar diturunkan, nilai Dollar berpotensi melemah lebih jauh karena investor akan mencari imbal hasil yang lebih tinggi di negara lain.
Meski demikian, Gedung Putih memandang pelemahan Dollar sebagai hal positif.
Trump dan sejumlah pejabat Gedung Putih menyambut baik gagasan Dollar yang lebih lemah karena dinilai dapat membantu membuat ekspor AS lebih kompetitif.
“Kedengarannya tidak bagus, tetapi Anda akan menghasilkan jauh lebih banyak uang dengan Dollar yang lebih lemah... daripada dengan Dollar yang kuat,” kata Trump pada Juli lalu.
Tonton: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus 27.000 Dollar AS
Pekan ini, saat ditanya soal penurunan nilai Dollar, Trump mengatakan bahwa menurutnya mata uang tersebut telah bekerja dengan sangat baik.
Brooks menilai pelemahan Dollar yang berlangsung secara berkelanjutan memang dapat membantu meningkatkan daya saing perusahaan-perusahaan AS.
Namun, ia mengingatkan jika pelemahan Dollar merupakan bentuk penilaian pasar terhadap kebijakan yang buruk, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal yang sangat penting.
Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "Dollar AS Terpuruk ke Level Terendah 4 Tahun, Ini Penyebab dan Dampaknya"













