Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Menutup tirai jendela pesawat, mengenakan topi untuk menyembunyikan wajah hingga menyita telepon seluler merupakan sejumlah prosedur yang pernah digunakan dalam perjalanan rahasia presiden Amerika Serikat (AS) ke wilayah perang dan kawasan berisiko tinggi.
Praktik yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut kembali menjadi sorotan setelah Presiden AS Donald Trump diam-diam meninggalkan pesawat kepresidenan Air Force One dan menggunakan pesawat lain saat meninggalkan Turki pada 8 Juli 2026.
Baca Juga: Hammack: The Fed Perlu Menaikkan Suku Bunga Untuk Meredam Pertumbuhan dan Inflasi
Dalam perjalanan rahasia sebelumnya, staf dan wartawan yang ikut dalam rombongan presiden biasanya telah diberi tahu mengenai rencana tersebut dan diminta merahasiakannya.
Mereka juga diberi pilihan untuk tidak ikut dalam perjalanan.
Namun, sumber yang mengetahui perjalanan Trump mengatakan prosedur tersebut tidak dilakukan kali ini karena ancaman yang dihadapi presiden dinilai belum pernah terjadi sebelumnya.
Hanya sekelompok kecil pejabat yang mengetahui operasi pemindahan Trump dari pesawat kepresidenan ke pesawat pemerintah berukuran lebih kecil. Proses tersebut bahkan dilakukan dengan menggunakan truk katering.
Sebagian besar orang yang berada di pesawat Air Force One, termasuk pejabat kabinet dan wartawan yang mengikuti perjalanan, tidak mengetahui bahwa pesawat tersebut digunakan sebagai pengalih untuk mengantisipasi ancaman serangan rudal.
Berikut sejumlah perjalanan rahasia presiden AS yang pernah dilakukan sebelumnya, dikutip dari Reuters Kamis (13/8/2026):
Baca Juga: Birkenstock Kerek Proyeksi Pendapatan yang Didukung Permintaan, Harga Sahamnya Naik
George W. Bush Diam-diam ke Baghdad
Pada November 2003, Presiden George W. Bush dijadwalkan menikmati makan malam Thanksgiving di peternakannya di Crawford, Texas.
Namun, Bush ternyata tidak berada di sana. Dengan mengenakan topi yang ditarik rendah untuk menutupi wajah, Bush diam-diam menaiki Air Force One menuju Pangkalan Gabungan Andrews dekat Washington.
Rencana tersebut ditutupi dengan alasan bahwa pesawat membutuhkan perawatan.
Setelah tiba di Andrews, Bush berpindah ke pesawat lain yang kemudian membawanya ke Baghdad. Pesawat tersebut terbang dengan lampu dimatikan dan tirai jendela ditutup.
Personel pesawat juga untuk sementara menyita perangkat elektronik milik wartawan untuk mencegah informasi perjalanan tersebut bocor.
Sejumlah staf dan 13 anggota kelompok wartawan telah diberi tahu mengenai perjalanan tersebut beberapa hari sebelumnya.
Mereka diperingatkan bahwa jika informasi tersebut bocor, pesawat akan berbalik arah di tengah penerbangan.
Perjalanan itu akhirnya tidak bocor. Bush kemudian menghabiskan waktu bersama pasukan AS di sebuah pangkalan di Baghdad.
Para wartawan baru diperbolehkan memberitakan perjalanan tersebut setelah Air Force One dalam perjalanan pulang dan telah keluar dari wilayah berbahaya.
Baca Juga: JD.com Prediksi Penjualan Peralatan Rumah Tangga Membaik pada Semester II 2026
Bill Clinton Ganti Pesawat Menuju Pakistan
Pada 2000, Presiden Bill Clinton melakukan perjalanan ke India dan Pakistan. Ia dijadwalkan menggunakan Air Force One dari Mumbai menuju Islamabad untuk bertemu Jenderal Pervez Musharraf, yang mengambil alih kekuasaan di Pakistan melalui kudeta setahun sebelumnya.
Namun, muncul kekhawatiran keamanan di tengah ketegangan hubungan AS dan Pakistan.
Menurut laporan wartawan yang mengikuti perjalanan tersebut, Clinton melewati bagian depan sebuah pesawat C-17 berukuran besar dan menuju dua pesawat militer berukuran kecil.
Salah satu pesawat berwarna putih tanpa tanda pengenal, sementara pesawat lainnya memiliki tanda USA seperti yang biasa terdapat pada Air Force One.
Clinton kemudian terlihat menaiki pesawat putih tersebut untuk melakukan perjalanan menuju Islamabad.
Baca Juga: Harga Produsen AS Tak Berubah pada Juli, Perkuat Ekspektasi The Fed Tahan Suku Bunga
Obama Diam-diam ke Afghanistan
Sejumlah perjalanan rahasia presiden AS dilakukan untuk mengunjungi dan memberikan dukungan kepada pasukan yang bertugas di zona perang.
Pada Memorial Day 2014, Presiden Barack Obama melakukan kunjungan mendadak ke Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan.
Kunjungan tersebut merupakan yang keempat bagi Obama ke pangkalan tersebut.
Perjalanan itu telah dipersiapkan selama beberapa pekan dan dirahasiakan demi alasan keamanan hingga Obama tiba di Afghanistan.
Gedung Putih baru membentuk kelompok kecil wartawan yang diperbolehkan mengikuti perjalanan tersebut beberapa hari sebelum keberangkatan Obama.
Mengenakan jaket bomber Air Force One, Obama bahkan sempat bercanda dengan sekitar 3.000 tentara yang ditemuinya.
"Saya kebetulan berada di sekitar sini dan berpikir untuk mampir," kata Obama kepada para pasukan.
Baca Juga: Serangan Israel di Gaza Tewaskan 1 Warga Palestina, Pertama dalam Sepekan
Trump Diam-diam ke Irak
Pada Natal 2018, Donald Trump bersama istrinya, Melania Trump melakukan kunjungan mendadak kepada pasukan AS di Irak.
Kunjungan tersebut menjadi perjalanan pertama Trump ke zona konflik, hampir dua tahun setelah ia menjabat sebagai presiden.
Perjalanan itu dilakukan hanya beberapa hari setelah Trump mengumumkan rencana penarikan pasukan AS dari Suriah, negara tetangga Irak.
Kunjungan rahasia tersebut menunjukkan bahwa perjalanan presiden AS ke wilayah berisiko tinggi bukanlah praktik baru.
Namun, operasi pemindahan Trump dari Air Force One ke pesawat yang lebih kecil di Turki pada Juli 2026 dinilai berbeda karena dilakukan di tengah ancaman keamanan yang dianggap sangat serius.
Baca Juga: Iran Olok-olok Trump Usai Terungkap Ganti Pesawat Diam-diam di Turki













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
