Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - GAZA. Serangan udara Israel menewaskan seorang pria Palestina di Jalur Gaza pada Kamis (13/8/2026).
Ini menjadi korban jiwa pertama dalam lebih dari sepekan, di tengah berkurangnya serangan Israel di wilayah tersebut akibat tekanan dari Amerika Serikat (AS).
Menurut petugas medis Palestina, serangan tersebut menyasar dua orang yang sedang mengendarai sepeda motor di wilayah barat Khan Younis, Gaza selatan.
Baca Juga: Harga Emas Turun dari Level Tertinggi Dua Bulan, Dipicu Aksi Ambil Untung Investor
Satu orang tewas, sementara satu lainnya mengalami luka-luka.
Militer Israel belum memberikan komentar terkait serangan tersebut.
Presiden AS Donald Trump pada bulan lalu mengatakan telah terjadi terobosan dalam rencananya untuk mengakhiri perang Gaza.
Israel dan Hamas disebut telah menyepakati rencana yang mencakup penarikan pasukan Israel setelah Hamas melucuti senjata.
Rencana tersebut juga mencakup pembentukan pasukan stabilisasi internasional yang akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina baru untuk menjaga keamanan di Gaza.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (9/8/2026) kembali menyatakan penolakannya terhadap rencana terbaru Trump tersebut dalam pernyataan yang disampaikan kepada pemerintahan sayap kanannya.
Meski demikian, militer Israel secara efektif telah mengurangi serangannya di Gaza di bawah tekanan Trump.
Hamas mengatakan pihaknya menyetujui rencana tersebut untuk mencegah perang kembali berkobar.
Namun, Hamas menegaskan pelaksanaan kesepakatan bergantung pada Israel memenuhi komitmennya terlebih dahulu, termasuk menarik pasukan dan menghentikan serangan.
Baca Juga: Harga Minyak Turun, Dipicu Lemahnya Prospek Permintaan dan Kenaikan Stok AS
Serangan Israel Masih Terjadi
Sehari sebelumnya, Rabu (12/8/2026), militer Israel mengatakan telah melakukan serangan udara terhadap seorang pria yang disebut sebagai ancaman bagi pasukan Israel.
Petugas medis Gaza mengatakan satu orang mengalami luka kritis dalam serangan di kota Beit Lahiya, Gaza utara.
Sejak gencatan senjata yang didukung AS menghentikan perang skala penuh selama dua tahun pada Oktober, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.250 warga Palestina di Gaza.
Sebagian besar korban merupakan warga sipil. Namun, jumlah korban yang merupakan anggota kelompok bersenjata tidak dapat dipastikan karena Hamas biasanya tidak mengungkapkan informasi mengenai anggota militernya yang tewas.
Dalam periode yang sama, empat tentara Israel dilaporkan tewas akibat serangan kelompok bersenjata di Gaza berdasarkan data Israel.
Baca Juga: Iran Olok-olok Trump Usai Terungkap Ganti Pesawat Diam-diam di Turki













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
