kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

PBB Nilai UU Hukuman Mati Israel Langgar Hukum Internasional


Selasa, 31 Maret 2026 / 23:39 WIB
PBB Nilai UU Hukuman Mati Israel Langgar Hukum Internasional
ILUSTRASI. Bendera Israel (Clodagh Kilcoyne/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kepala HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Türk mendesak Israel untuk mencabut undang-undang yang menetapkan hukuman mati dengan cara gantung sebagai hukuman default bagi warga Palestina yang divonis atas serangan mematikan di pengadilan militer.

Türk menilai, regulasi tersebut melanggar hukum humaniter internasional.

Baca Juga: Produksi Minyak OPEC Anjlok ke Level Terendah Sejak Pandemi, Hormuz Jadi Pemicu

Ia menegaskan bahwa aturan tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terkait pelanggaran proses hukum (due process) serta bersifat diskriminatif.

“Undang-undang ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait pelanggaran proses hukum, sangat diskriminatif, dan harus segera dicabut,” ujar Türk dalam pernyataannya dilansir dari Reuters Selasa (31/3/2026).

Ia juga menyoroti bahwa aturan yang disahkan parlemen Israel pada Senin (30/3/2026) itu tidak memberikan kesempatan bagi terpidana untuk memperoleh pengampunan.

Baca Juga: Inggris Tambah Pasukan dan Sistem Pertahanan Udara di Timur Tengah

Selain itu, eksekusi diwajibkan dilaksanakan dalam waktu 90 hari setelah putusan.

Menurut Türk, ketentuan tersebut tidak sejalan dengan kewajiban hukum internasional yang harus dipatuhi Israel.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×