kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.891   21,00   0,12%
  • IDX 8.885   -0,10   0,00%
  • KOMPAS100 1.232   5,72   0,47%
  • LQ45 874   7,20   0,83%
  • ISSI 324   0,25   0,08%
  • IDX30 446   5,56   1,26%
  • IDXHIDIV20 530   9,50   1,83%
  • IDX80 137   0,76   0,56%
  • IDXV30 146   2,23   1,55%
  • IDXQ30 143   1,91   1,35%

Dua Keterampilan Ini Akan Menentukan Kesuksesan Anda di Era AI


Selasa, 13 Januari 2026 / 10:41 WIB
Dua Keterampilan Ini Akan Menentukan Kesuksesan Anda di Era AI
ILUSTRASI. Ilustrasi artificial intelligence, AI (KONTAN/Panji Indra). Di era AI, kemampuan teknis bukan lagi pembeda. Cek 2 skill vital yang hanya dimiliki manusia dan paling dicari perusahaan saat ini.


Sumber: Forbes | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki 2026, banyak profesional sudah menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam pekerjaan sehari-hari, baik secara terbuka maupun diam-diam.

Pertanyaan utama saat ini bukan lagi siapa yang memiliki akses ke AI, melainkan bagaimana tetap relevan di tengah meluasnya penggunaan alat ini.

Menurut Future of Jobs Report dari World Economic Forum, keterampilan seperti ketahanan, fleksibilitas, dan kelincahan menjadi semakin dicari oleh perusahaan, bersamaan dengan kemampuan berpikir analitis dan kreatif serta literasi teknologi. 

Baca Juga: 8 Keterampilan Wajib Kuasai di Era AI

Dari konteks ini, dua keterampilan menonjol sebagai yang sulit digantikan AI dan harus dikembangkan di 2026.

Email yang rapi, ringkasan yang tersusun, atau proposal yang detail kini bukan lagi pembeda, karena AI mampu membantu membuatnya. Yang membedakan manusia adalah kemampuan berkomunikasi tanpa naskah.

“AI bisa membantu menyiapkan email atau proposal, tapi tidak bisa merasakan keheningan di ruangan atau menyesuaikan pembicaraan saat suatu poin tidak dipahami. Hanya manusia yang percaya diri dalam berbicara dan komunikasi yang mampu menangani situasi itu,” ujar Sarah Hernholm, Contributor, Covering education, entrepreneurship, AI, innovation, and nomad travel seperti dikutip dari Forbes, Selasa (13/1/2026).

Beberapa langkah untuk mengasah kemampuan berbicara ini meliputi: aktif berbicara sekali per rapat tanpa persiapan, menjelaskan pekerjaan tanpa catatan atau slide, menjadi relawan untuk merangkum diskusi secara verbal, dan mengikuti kelas improvisasi. 

Baca Juga: CEO Nvidia Ungkap Profesi yang Tetap Bertahan di Era AI, Bukan Pekerja Kantoran

Literasi AI bukan soal mengikuti setiap alat atau pembaruan terbaru, melainkan memahami kapan AI berguna, kapan menyesatkan, dan kapan harus dihindari.

Kemampuan membedakan ini akan menjadi fondasi penting agar profesional tetap relevan di dunia kerja yang semakin otomatis.

Dengan mengembangkan kedua keterampilan ini yaitu: public speaking dan literasi AI, profesional tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga tetap menjadi aktor penting dalam keputusan dan komunikasi strategis di era AI. 

Selanjutnya: C-Drama Mendunia: Demam Drama China Mengguncang Asia Tenggara

Menarik Dibaca: 5 Beasiswa Luar Negeri Tanpa IELTS, Yuk Kuliah Gratis di Jerman hingga Korea




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×