kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Duh, kasus virus corona di dunia tembus 3,5 juta


Senin, 04 Mei 2020 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Seorang wanita Irak mengenakan masker pelindung melewati pos pemeriksaan, setelah wabah virus corona (COVID-19), selama bulan suci Ramadan di Baghdad, Irak 3 Mei 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"Itu masalah besar," ujar dia. "Tingkat kematian juga 10 kali lebih tinggi dari influenza di semua kelompok umur".

Sebagian besar negara hanya mencatat kematian akibat virus corona di rumahsakit. Yang berarti, banyak kematian di rumah pribadi dan panti jompo belum dimasukkan.

Kematian akibat virus corona di dunia mencapai 246.920 orang. Kematian pertama dilaporkan pada 10 Januari di Wuhan, China, setelah virus muncul di kota itu pada Desember tahun lalu.

Baca Juga: Trump: Kemungkinan korban meninggal akibat virus corona di AS mencapai 100.000 orang

Tingkat kenaikan harian kasus-kasus baru di seluruh dunia berada dalam kisaran 2%-3% selama seminggu terakhir, dibandingkan dengan puncak mencapai 13% pada pertengahan Maret.

Penurunan kasus harian mendorong banyak negara untuk mulai mengurangi langkah-langkah penguncian yang telah menjungkirbalikkan bisnis dan melumpuhkan ekonomi global.

Tapi, "Kita bisa dengan mudah memiliki gelombang kedua atau ketiga karena banyak tempat tidak kebal," kata Collignon yang menambahkan, dunia membutuhkan 60% populasi untuk pulih dari virus corona.




TERBARU

[X]
×