kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.990   46,00   0,26%
  • IDX 5.858   -140,59   -2,34%
  • KOMPAS100 759   -18,41   -2,37%
  • LQ45 577   -10,50   -1,79%
  • ISSI 202   -6,00   -2,88%
  • IDX30 328   -5,41   -1,62%
  • IDXHIDIV20 402   -6,36   -1,56%
  • IDX80 86   -1,98   -2,25%
  • IDXV30 109   -2,07   -1,86%
  • IDXQ30 105   -1,63   -1,53%

Dukung Taiwan di WHO, China berang kepada Selandia Baru


Senin, 11 Mei 2020 / 17:44 WIB
ILUSTRASI. Tinjauan pertemuan dewan eksekutif tentang pemutakhiran wabah virus corona baru di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di Jenewa, Swiss, 6 Februari 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Zhao menambahkan, prinsip "satu China" adalah fondasi politik hubungan Tiongkok dan Selandia Baru.

"China mendesak Selandia Baru untuk sepenuhnya mematuhi prinsip satu China, dan segera berhenti membuat pernyataan yang salah tentang Taiwan, untuk menghindari kerusakan hubungan bilateral kita," tegas Zhao.

China mengecam upaya WHO di Taiwan sebagai aksi politik yang bertujuan mempromosikan kemerdekaan formal pulau itu. Dan, Beijing menyatakan, Taiwan bakal gagal dalam upayanya.

Di Taipei, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan kepada parlemen pada Senin (11/5), untuk bisa menerobos pengaruh China di WHO, perlu ada "kekuatan paru-paru internasional yang lebih kuat".

Baca Juga: Dukung Taiwan dilibatkan dalam WHO, hubungan AS bakal tambah panas dengan China?

"Atmosfer internasional tahun ini relatif menguntungkan bagi partisipasi Taiwan, sehingga tekanan pada sekretariat WHO dan China semakin besar dan besar," kata Wu seperti dilansir Reuters.

Taiwan menghadiri WHA sebagai pengamat dari 2009 hingga 2016, ketika hubungan Taipei-Beijing lebih hangat. China memblokir partisipasi lebih lanjut setelah pemilihan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang Beijing anggap sebagai separatis, sebuah tuduhan yang dia tolak.

China mengatakan, memiliki hak untuk mewakili Taiwan di panggung internasional dan WHO. Sementara WHO menyebutkan, Taipei telah mendapat semua bantuan dan informasi yang mereka butuhkan selama pandemi, sesuatu yang Taiwan sengketakan.

Taiwan hanya melaporkan 440 kasus virus corona dan tujuh kematian, berkat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Covid-19 yang dini dan efektif.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×